LSM Gempar : 'Diduga, Dinsos Batu Bara Gantung Telur Warga Miskin'

Rabu, 01/04/2020 - 21:27
Wartawan saat mewawancarai Kepala Dinsos Batu Bara
Wartawan saat mewawancarai Kepala Dinsos Batu Bara

Batu Bara, Klikwarta.com - Pasca penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kabupaten Batu Bara dinilai kurang maksimal dan di lapangan terus terjadi Kesemberautan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan memperjuangkan Amanat Rakyat (LSM Gempar) Kabupaten Batu Bara, Darman angkat bicara atas kejanggalan terhadap Bantuan Pangan Non Tunai, Rabu (01/04/2020) di Warung Wapres di Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara.

Dimana, salah satu program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan diubah menjadi Program Sembako. Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bahwa berdasarkan Pedoman Umum (Pedum), bantuan sembako yang dahulu disebut BPNT langsung dimasukkan melalui Rekening Penerima Manfaat di Bank dan diteruskan ke Keluarga Penerima Manfaat, kemudian penerima KPM belanja ke E-Warung yang telah ditentukan dan ditetapkan bagi Pengelola E-Warung dalam pengadaan atau belanja sembako tidak boleh diintervensi baik oleh Bank maupun Dinsos.

Menurut Darman, fakta yang dijumpai dilapangan, ternyata pengelola E-Warung tidak leluasa belanja ke tempat yang dikehendakinya.

Sepengetahuannya, pengelola e-warung di Kabupaten Batu Bara Sebanyak 154 dan diduga diintervensi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, yang mana mereka diarahkan untuk berbelanja kepada oknum tertentu.

"Bantuan jenis Kacang Hijau, Sayuran dan Telur pada bulan Januari dan Februari 2020 telah tersalur, akan tetapi KPM seharusnya menerima 10 butir, hanya menerima 8 butir telur", papar Darman.

Lanjutnya Darman, diduga Dinsos Batu Bara Gantung 2 butir telur Warga Miskin penerima KPM dan di bulan Januari 2020 juga KPM tidak menerima kacang hijau dan Baru menerimanya bulan Februari 2020. 

Terdapat 7 kecamatan yang belum merealisasikan sembako jatah Maret 2020 kepada KPM. 

"Ini akan kita ungkap, diduga ada surat penundaan dalam perealisasian", Ketus Darman.

i

Sebelumnya, dari hal tersebut di atas, Senin (30/03/2020) Wartawan meminta konfirmasi ke pihak Dinsos Batu Bara dan disambut oleh langsung Kadis Sosial Batu Bara.

Hasil dari Wawancara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara Ishak Liza mengaku tidak ada regulasi atau landasan hukum pemberian hak kepada pihak tertentu untuk mensuplay bahan sembako kepada pengelola e-warung.

Dan diakui Ishak Liza, sejak Januari 2020 ada beberapa pihak yang mensuplay bahan sembako ke e-warung, Namun Ishak berkilah itu dilakukan karena Bulog tidak mampu memenuhi permintaan e-warung.

"Bulog menyatakan tidak mampu memasok beras sehingga agar penerima KPM dapat belanja ke e-warung pihaknya menyetujui permintaan BUMD dan pihak lain untuk memasok bahan sembako", Kilah Ishak.

Terkait kurangnya jumlah telur dan tidak tersedianya kacang hijau pada Januari 2020, Kadis Sosial Batu Bara Ishak Liza berujar "nanti akan diganti".

"Telur yang kurang akan kita ganti, sedangkan kacang hijau yang tidak diterimsa pada bulan Januari itu, telah kita gandakan pada bulan Februari lalu", ujar Ishak.

Sekedar Informasi, untuk penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah mulai September 2018 sampai akhir 2019,  jumlah saldo per KPM (Kartu Penerima Manfaat)  Rp 110. 000, dengan mendapatkan 1 karung beras isi 10 kg.

Kemudian terhitung mulai bulan Januari  sampai Februari 2020, saldo Per  KPM meningkat  menjadi Rp. 150,000. dan Setiap KPM mendapatkan 10 kg beras, 10 butir telur, 1 kg labu jipang, dan 1/2 kg kacang hujau.

Selanjutnya  terhitung Maret hingga Agustus 2020 saldo per KPM menjadi Rp 200,000. Setiap KPM mendapat  beras 10 kg, telur 1 papan 30 butir, 1 kg kacang hijau, dan ditambah 1 kg kentang.

(Pewarta : Muhamad Yusuf)

Related News

Loading...

pers

loading...