Macapat Kelahiran BK, Bupati Blitar : 'Spirit Perjuangan Kebangsaan Bung Karno Harus Kita Pelajari'

Minggu, 07/06/2020 - 00:28
Bupati Blitar Rijanto saat memberikan nasi tumpeng kepada pelaku seni Macapat (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Bupati Blitar Rijanto saat memberikan nasi tumpeng kepada pelaku seni Macapat (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Bupati Blitar Rijanto hadiri kegiatan Macapat Kelahiran Bung Karno yang merupakan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno (BK) di kabupaten Blitar, Sabtu (06/06/2020) malam, di teras Pendopo Ronggo Hadinegoro.

Bupati Rijanto menjelaskan, momentum haul presiden pertama republik Indonesia Ir. Soekarno ini harus benar-benar dimaknai dengan baik. Ia mengajak masyarakat untuk mempelajari bagaimana semangat perjuangan Soekarno untuk bangsa dan negara. 

Disebutkan dia, generasi-generasi seangkatannya wajib mewarisi kepada generasi penerus bangsa, semangat perjuangan kebangsaan yang telah diturunkan Soekarno. 

"Tentunya kita ambil hikmahnya. Spirit ya, api semangat perjuangan Bung Karno ini harus kita pelajari. Dimana beliau itu sejak kecil sampai meninggal, jiwa raganya hanya untuk negara. Oleh karena itu, generasi-generasi seperti saya wajib untuk mewarisi dan mewariskan kepada generasi berikutnya untuk kemajuan bangsa dan negara," kata Bupati Rijanto saat dihubungi seusai kegiatan. 

Dikatakannya, bulan Juni telah ditetapkan sebagai Bulan Bung Karno oleh Presiden melalui ketetapannya. Selain itu, Presiden Jokowi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila yang mana sila-sila Pancasila itu digali oleh Bung Karno.

"Dimana Juni ini adalah Bulan Bung Karno. Kita semua tahu 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila. Dan ini sudah ditetapkan dalam ketetapan presiden. Kemarin 1 Juni kita upacara yang menyatu dengan nasional yang dipimpin presiden, kemudian kita juga berziarah ke makam Bung Karno bersama Forkopimda dan tokoh lintas agama," tukasnya.

Informasi lebih lanjut, kegiatan Macapat Kelahiran Bung Karno itu diisi dengan ritual tetembangan Macapat seperti Maskumambang, Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmarandana, Gambuh-Ngatur Ndonya, Dhandang Gula, Durma, Pangkur, dan Megatruh. 

Sebelum ritual itu, kegiatan diawali dengan ritual brokohan yang diisyaratkan adanya tumpeng sebagai lambang kesyukuran yang dilakukan oleh Paguyuban Macapat Kiblat Papat Lima Pancer Blitar. 

(Faisal/Kmf/Adv)

Berita Terkait