Klikwarta.com, Jatim - Ketua Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur, Suyatni Priasmoro ada penataan dalam pendataan dan distribusi pupuk subsidi. Penataan ini dimulai dari Dinas Pertanian kabupaten/kota dan provinsi, Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan), pemdes dengan duduk bareng untuk mengkroscek serta mengevaluasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK).
Suyatni menilai penataan ini bertujuan agar mengetahui kebutuhan riil pupuk di suatu wilayahnya. Mengingat selama ini masih banyak petani mengeluhkan kekurangan pasokan pupuk subsidi. Semua memahami bahwa pupuk selama ini menjadi kebutuhan pokok para petani untuk menyuburkan lahan pertaniannya.
"Pemerintah tidak bisa serta merta disalahkan atas terjadinya kelangkaan pupuk subsidi. Tetapi masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan harus memahami akar permasalahan pasokan pupuk subsidi menipis," katanya, Senin 27 Februari 2023
Suyatni mengaku dirinya mengetahui pupuk subsidi langkah ketika mendengar aspirasi masyarakat di Magetan. Dimana kebutuhan pupuk dengan pasokan tidak seimbang. Bahkan terpaut jauh antara kebutuhan dengan pasokan dari Kementerian Pertanian.
"Masyarakat resah karena tidak bisa mencukupi kebutuhan pupuk untuk lahan pertaniannya," ungkapnya, Senin 6 Maret 2023.
Suyatni membeberkan terjadinya kekurangan stok pupuk subsidi karena staf Pemerintah desa (Pemdes) tidak akurat. Ketika mengisi RDKK. Pemdes tidak berdasarkan kebutuhan petani sesuai luasan lahan.
"Karena tidak akurat RDKK. Jadi biasanya dikarang. Misal, di desa ini kebutuhannya seribu kg, pupuk tapi masih langkah, maka itu karena tidak riil di RDKK-nya . Umpama butuh 7 ribu, tapi di RDKK ditulis seribu ya salah," bebernya.
Suyatni menjelaskan, agar pendataan akurat sesuai kebutuhan riil petani, seharusnya anggota Gapoktan dipanggil untuk mendata luasan lahan. Untuk itu, perlunya koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait agar kemudian hari tidak terjadi kekurangan pasokan pupuk. (Adv)








