Warga Wringinagung Jember Kesulitan Kredit UMKM

Senin, 14/09/2020 - 21:35
Anggota DPRD Jawa Timur daerah pemilihan V (Jember- Lumajang) Mohammad Fawaid

Anggota DPRD Jawa Timur daerah pemilihan V (Jember- Lumajang) Mohammad Fawaid

Klikwarta.com, Jatim - Merosotnya ekonomi akibat pandemi covid-19, masyarakat dituntut untuk dapat menciptakan usaha sendiri. Namun warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember mengaku kesulitan mendapat kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Anggota DPRD Jawa Timur daerah pemilihan V (Jember- Lumajang), Mohammad Fawaid mengatakan, dalam jaring aspirasi di Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri IV, Kecamatan Jombang banyak masyarakat yang hadir. Meski demikian, panitia menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, dan sosial distancing. 

"Warga yang hadir harus menjalani rapid test dulu," kata Fawaid, Senin 14 September 2020.

Politisi asal Partai Gerindra ini mengaku di tengah pandemi covid-19 banyak perusahaan melakukan PHK terhadap buruhnya karena produksi dan pendapatannya menurun. Dengan kondisi ini, angka pengangguran meningkat.

Meski menganggur, Fawaid sangat mengapresiasi semangat masyarakat untuk terus bangkit dari keterpurukan ekonomi. Mereka ingin berwirausaha seperti berdagang, atau bertani.

"Karena pandemi covid-19, sehingga banyak masyarakat yang ingin berwirausaha, perdagangan, pertanian yang terdampak," ungkapnya.

Putra Pengasuh Ponpes Al Qodiri Jember, KH Muzaki Syah itu mengungkapkan, dalam aspirasi yang disampaikan oleh warga Wringinagung, masyarakat kesulitan mendapatkan akses kredit untuk membuka usaha sendiri. Padahal Pemerintah menggalakan program kemandirian dengan wirausaha. 

Fawaid menegaskan, selaku ketua Komisi C DPRD Jatim, dirinya mendorong Bank Jatim dan UMKM untuk lebih pro aktif lagi untuk mempermudah pemberian kredit ke masyarakat. Mengingat semangat Pemerintah pusat selaras dengan keinginan pemerintah provinsi dan Pemkab yakni akses kredit segera tercapai dan tersalurkan ke masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi bisa minimal terkoreksi. Namun bisa diminimalisir. 

"Kita mendorong Bank Jatim UMKM untuk segera melakukan akselerasi kepada masyarakat terutama sektor umkm dan pertanian," terangnya.

Selain akses kredit, masyarakat Desa Wringinagung yang menjadi pertani mengeluhkan terjadinya kelangkaan pupuk yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Jember. 
Untuk itu Fawaid mendorong pihak- pihak terkait untuk segera turun tangan mengecek kondisi ketersediaan pupuk di masyarakat. 

Fawaid tidak ingin dengan adanya pandemi covid-19, ekonomi sudah lesu diperburuk lagi dengan kondisi kelangkaan pupuk. Hal ini sangat berdampak sekali di sektor pertanian. 

"Ingat bahwa di pandemi covid-19 yang tidak terrdampak adalah pertanian. Kalau sampai pupuk langkah, sektor pertanian melemah, maka membahayakan ekonomi di Jawa Timur," pungkasnya. 

(Pewarta : Supra)

Berita Terkait