Kapolsek Gemuh AKP Abdullah Umar SH MH Anggota Polsek Gemuh dan Beberapa Media Saat Menemui Ibu Korban
Klikwarta.com, Kendal - Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta - Pontianak yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.39 WIB, Sabtu (9/1) meninggalkan duka yang mendalam bagi Bangsa Indonesia umumnya bagi Keluarga Korban khususnya.
Salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut adalah warga Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Korban adalah Asli Warga Desa Taman Gede namun yang bersangkutan sudah tidak berdomisili di Desa Taman Gede selama 15 Tahun dikarenakan sudah menikah dengan warga Samba Pontianak Kalimantan Barat sehingga domisili sudah pindah menjadi penduduk di Desa Semparuk RT 39/RW 12 Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas Kalimatan Barat.
Kapolsek Gemuh AKP Abdullah Umar SH. MH, Anggota Polsek Gemuh dan beberapa media saat menemui ibu korban pada, Senin (11/1/2021), beliau memberikan keterangan "Anak saya pada saat itu sedang pulang ke Jawa untuk belanja keperluan dagagan di Solo dan Bandung setelah itu anak saya ingin pulang Kalimatan dengan pesawat Sriwijaya Air dan terjadilah kecelakaan tersebut, Tidak disangka ternyata itu kepulangannya yang terakhir kalinya,” ucapnya sambil mengusap air mata.
Kapolsek Gemuh menambahkan "Korban sudah punya anak 3 dari pasangan Evi orang Kalimatan dan Korban sudah berdomisili tetap di Kalimatan . Namun Korban tiap tahun pulang ke rumah orang tuanya di Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh.
"Harapan orang tuanya apabila Korban ditemukan akan dimakamkan di Desa Kelahirannya. Semoga saja segera ada titik terangnya, dan Do'a kita Korban Khusnul Khotimah," jelas Kapolsek.
(Pewarta : Peni Kusumawati)








