Khulaim Junaedi: Puasa Bagian Pengamalan Pancasila dan Ajarkan Persatuan

Selasa, 26/04/2022 - 15:40
Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim H. Khulaim Junaedi, saat gelar wawasan kebangsaan, di Sidoarjo, Senin (25/04/2024) kemarin.

Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim H. Khulaim Junaedi, saat gelar wawasan kebangsaan, di Sidoarjo, Senin (25/04/2024) kemarin.

Klikwarta.com, Jatim - Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim H. Khulaim Junaedi menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dengan menghadirkan masyarakat Sidoarjo.

Dalam sosialisasi tersebut, Khulaim meminta kepada masyarakat agar dapat mengamalkan perbuatan yang bermanfaat bagi manusia lain. Pada bulan suci Ramadhan bawasannya puasa adalah bagian dari pengamalan Pancasila. 

"Dalam puasa ini kita di wajibkan menahan hawa nafsu dan religiusnya luar biasa serta ibadah yang sangat besar pahalanya. Pancasila mengajarkan itu semua agar kita taat kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, " kata Khulaim saat gelar wawasan kebangsaan, di Sidoarjo, Senin (25/04/2024) kemarin.

Politisi asal PAN Jatim ini menjelaskan, bahwa puasa ini mengajarkan rasa persatuan bagi semua umat muslim di penjuru dunia dan peduli kepada masyarakat yang merasa membutuhkan seperti bersedekah serta berbagi dengan sesama.

"Pada bulan Puasa mengajarkan semua amalan Pancasila mulai sila pertama hingga sila kelima .Karena itu dalam Wawasan Kebangsaan kali ini saya mengambil tema Puasa adalah bagian dari pengamalan Pancasila," tuturnya. 

Khulaim yang duduk di Komisi C DPRD Jatim ini menambahkan di bulan Ramadhan masih ada masyarakat yang menyebarkan kabar hoax. Menurutnya kabar hoax ini dapat menfitnah, membuat orang resah, berbuat curang dan berkata yang tidak ada manfaatnya. Akibatnya dapat mengugurkan pahala  puasa. Maka masyarakat dilarang untuk berbuat yang dapat merugikan orang lain. Apalagi di bulan suci ramadhan.

"Bulan Puasa adalah bulan yang saling berbagi dengan sesama yang membutuhkan . Semua kalangan bawah  hingga atas dihadapan Allah SWT kedudukannya sama . Rasa saling memaafkan antar sesama setelah bulan ramadhan harus kita lakukan sehingga kita kembali ke fitrah atau bersih dari segala khilaf dan dosa ," pungkas pria asal Sidoarjo ini.

(Pewarta: Supra)

Berita Terkait