Sosialisasi wawasan kebangsaan oleh Anggota DPRD Jatim, Blegur Prijanggono, Rabu (27/4/2022)
Klikwarta.com, Jawa Timur - Pada era modern seperti saat ini pengaruh media sosial sangat kuat mempengaruhi mental masyarakat Indonesia. Jika tidak berpegang pada nilai luhur Pancasila, maka mudah tergerus dan terbawa budaya luar negeri.
Untuk itu, dalam sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar oleh Anggota DPRD Jatim, Blegur Prijanggono, Rabu (27/4/2022), mengatakan, saat ini perkembangan jaman sudah maju, maka dalam wawasan kebangsaan kali ini ia ingin memberi pemahaman kepada masyarakat dalam rangka menguatkan karakter. Tentu hal ini untuk menangkal budaya luar yang tidak sesuai nilai Pancasila.
"Meskipun saat ini jaman sudah maju, tetapi tidak mudah terbawa arus dari negara luar," ujar Blegur disela-sela sosialisasi kebangsaan yang bertemakan 'Aktualisasi Nilai-Nilai Luhur Pancasila Dalam Rangka Penguatan Berkarakter Berwawasan Berkebangsaan'.
Politisi asal Partai Golkar itu menjelaskan, dengan adanya penguatan tentang arti makna Pancasila diharapkan generasi muda ke depan tidak ikut-ikutan terpengaruh budaya ke barat-baratan. Tetapi masyarakat harus mau kembali lagi untuk menunjukkan bahwa warga Negara Indonesia adalah rakyat yang berwawasan kebangsaan.
"Kita ketahui masyarakat Jatim mau bertoleransi antar umat beragama," paparnya.
Pria yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim itu menegaskan, bahwa di era digitalisasi beredar informasi hoax dan pesan-pesan yang mengarah radikalisme. Maka, tantangan negara berkembang saat ini adalah media sosial yang beredar dalam kehidupan sehari-hari.
"Memang hari ini seperti itu (beredar informasi hoax). Maka masyarakat harus mempunyai pondasi yang kuat (Pancasila) agar masyarakat tidak terlalu ekstrim", ujar dia.
Personal lain adalah peredaran narkoba. Mengingat saat ini narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa saja. Tetapi juga mulai menargetkan anak kecil.
"Tapi saat ini kita memberi gambaran minimal ke generasi muda untuk kedepannya bahwa hidup dengan narkoba, tidak akan membuat hidup lebih baik", pungkasnya.(*)








