Seni Pencak Silat "Padepokan Simpay Buana Medal"

Sabtu, 19/09/2020 - 20:31
Seni Pencak Silat "Padepokan Simpay Buana Medal"

Seni Pencak Silat "Padepokan Simpay Buana Medal"

Klikwarta.com, Sumedang - Padepokan Simpay Buana Medal merupakan padepokan seni beladiri pencak silat berawal didirikan pada Tahun 2016 dan sudah berjalan 5 tahun yang di pimpin oleh Ajat Hudaya, bertempat di Dusun Cikondang RT 02 RW 03 Desa Kirisik Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.

Padepokan ini juga sudah sering beberapa kali manggung dan sering tampil dibeberapa event festival, terbukti keberhasilannya dalam festival Talaga Manggung di Kabupaten Majalengka yang Meraih juara 2 dan beberapa penghargaan lainnya.

Ajat Hudaya selaku Ketua Padepokan mengungkapkan kepada kami awak media (19/09/2020), bahwa padepokan ini di ketuai oleh saya dengan susunan pengurus di bawahnya yakni Danang Ruhyana sebagai Wakil ketua, Aceng Kuswandi sebagai Bendahara dan Aki Dodin sebagai Guru Pencak Silat. Adapun murid di padepokan ini berjumlahkan sebanyak 136.

J

Selain itu, Padepokan Pencak Silat ini membuktikan bahwa kami dan siswa selaku Warga Negara Kesatuan Indonesia yang mencintai budaya leluhur, sekaligus meneruskan jasa para pahlawan yang telah gugur membela Negara NKRI serta budaya lainnya yang ada di indonesia, sebab kalau generasi bangsa tidak di bina dan tidak diperkenalkan dari usia dini, mungkin tidak akan bisa tahu budayanya sendiri khususnya Pencak Silat, Seni Beladiri Budaya Sunda."Ungkapnya

"Semua murid kami bina dan di latih seminggu dua kali latihan di padepokan, disamping itu juga dibiasakan untuk membaca Qur'an dan Hadits tiap harinya, bertujuan tidak semata mata kuat fisik saja namun kuat batiniahnya. Mereka juga di didik agar selalu takwa terhadap Tuhan Maha Pencipta Alam semesta, bisa menolong orang lain, menghargai sesama umat manusia, membantu kaum yang lemah dengan keikhlasannya dan niat karena Allah SWT", tambahnya.

Ia juga mengatakan, tujuan kami di padepokan ini sekaligus pesantren untuk melatih siswa agar menjadi generasi bangsa dan tidak lupa dengan budayanya sendiri, juga selalu ingat terhadap para pejuang orang tuanya dulu tentang budaya agar dapat diteruskan olehnya. Dalam mengisi kemerdekaan pun harus dengan karya nyata yang bisa membuat bangga leluhurnya, sekaligus bertujuan membina ahlakul karimah, membudayakan masyarakat dan generasi bangsa dan memasyarakatkan budaya pala leluhur agar bisa di teruskan oleh generasi bangsa."pungkasnya.

(Penulis : Bagas)

Tags

Berita Terkait