Foto bersama Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Gambuh Sri Karyanto bersama Tokoh Pemuda Bengkulu Pujo Santoso usai acara seminar Diskusi Publik
Jambi, Klikwarta.com - Forum Komunikasi Ilmiah (Forkis) Sungai Penuh menggelar Seminar Diskusi Publik Ideologi Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dengan mengusung tema 'Pencegahan Radikalisasi Ideologi Khilafah dan Komunisme', diaula kantor walikota Sungai Penuh, Jambi, Rabu (27/09).
Acara tersebut menghadirkan pemateri Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Gambuh Sri Karyanto, Kasat Intel Polres Kerinci AKP Yurizal Bukhari, Kepala Kesbangpol Ledi Sepdinal, Tokoh Pemuda Bengkulu Pujo Santoso. Hadir dalam seminar tersebut perwakilan media cetak dan online serta mahasiswa se Kota Sungai Penuh.
Dalam materinya, Kasat Intel Polres Kerinci AKP Yurizal Bukhari, mengatakan Kita seharusnya lebih bijak dalam Menghadapi dan menyikapi masalah baik itu berita yang berasal dari masyarakat itu sendiri atau berita dari media sosial yang belum tentu benar sumber informasinya.
"Kita juga berharap kepada masyarakat terutama kalangan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi terhadap segala ajakan/ujaran kebencian yang di ciptakan oleh kelompok tertentu demi terciptanya suasana aman tentram dan damai yang berasaskan Pancasila di tengah-tengah keberagaman agama dan suku di Sungai Penuh khususnya, pada umumnya Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya, dikutip dari haluannews.com.
"Berkat kerja sama dengan pihak Kodim, tokoh Masyarakat dan alim ulama selalu memantau gerakan radikal, Alhamdulillah sampai saat sekarang tidak ada masyarakat yang terlibat gerakan - gerakan radikal. Kita juga berharap kepada semua pihak jangan sampai terprovokasi oleh isu ujaran kebencian," tambahnya.
Senada disampaikan Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Gambuh Sri Karyanto. Ia mengajak untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa indonesia, khususnya Sungai penuh dan kerinci.
"Pancasila itu sudah final dan juga sebagai pemersatu bangsa indonesia yang berbeda - beda suku, jadi pancasila sudah harga mati yang harus dipertahankan sebagai ideologi bangsa," ujarnya.
Melalui Seminar Yang diselenggarakan oleh FORKIS ini, kata dia, diharapkan elemen masyarakat terutama kepada generasi muda untuk selalu menguatkan pancasila agar tidak terjebak terhadap paham - paham yang ingin merusak keutuhan negara Indonesia.
"Kita berharap kepada generasi muda agar dapat menjaga keutuhan bangsa berasaskan pancasila," tambahnya.
Sementara disampaikan Tokoh Pemuda Bengkulu Pujo Santoso, bahwa acara diskusi publik tersebut sangat baik sekali. Sebab, menurutnya, paling tidak generasi muda dapat memahami faham-faham PKI yang saat ini menjadi ancaman negeri ini. Dengan begitu, maka generasi penerus tidak mudah terpengaruh dan akan menolak segala faham-faham PKI tersebut.
"Generasi bangsa harus lebih kuat dalam mendalami arti pancasila itu sendiri, supaya tidak terpengaruh dengan faham PKI," pungkasnya. (PJ/LJ)








