Wamen PKP Fahri Hamzah (batik coklat) bersama Gubernur DIY
Klikwarta.com, Yogyakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah membahas strategi penataan kota bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa.
Pertemuan tersebut mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan kawasan perkotaan yang modern, tertata, berkelanjutan, serta ramah masyarakat Indonesia.
Fahri menjelaskan diskusi berlangsung produktif karena membahas konsep pembangunan kota yang telah lama menjadi perhatian pemerintah dan dirinya.
”Presiden memiliki agenda besar memperbaiki kota-kota Indonesia melalui pembangunan yang lebih terencana dan berorientasi pada masa depan,” ujar Fahri Hamzah, Selasa.
Ia menegaskan pemerintah juga menyiapkan kawasan permukiman baru.
Hal ini sebagai langkah mempercepat modernisasi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.
Program Tiga Juta Rumah dan Gerakan Indonesia Asri menjadi instrumen utama pemerintah untuk mewujudkan transformasi kawasan permukiman nasional yang berkelanjutan.
Fahri menyebut kunjungannya bertujuan menyerap pengalaman Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengelola tata ruang serta menjaga keseimbangan pembangunan perkotaan.
Menurutnya, Yogyakarta memiliki karakter kota budaya yang berhasil mempertahankan nilai sejarah sekaligus mengikuti perkembangan pembangunan modern secara berkelanjutan hingga kini.
”Pengalaman Yogyakarta menjadi referensi penting untuk menyusun konsep penataan kota yang menghormati budaya sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Fahri menilai Sri Sultan Hamengku Buwono X memiliki wawasan luas mengenai perkembangan kota berdasarkan pengalaman mengamati berbagai daerah dan negara.
Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga karena kembali berdiskusi langsung dengan Sri Sultan setelah sebelumnya pernah bertemu ketika memimpin lembaga legislatif.
Fahri mengungkapkan Pemerintah DIY telah menyiapkan sejumlah kawasan strategis sebagai lokasi pengembangan kota yang mendukung penyediaan hunian layak dan terjangkau.
Pembahasan juga mencakup pengembangan kawasan pesisir, bantaran sungai, hingga penataan wilayah perkotaan agar menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan produktif.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik pembahasan tersebut sebagai langkah awal menyusun konsep penataan kota yang lebih komprehensif.
Menurut Sultan, pembicaraan berikutnya akan difokuskan pada peninjauan lokasi, penyusunan desain kawasan, serta pembahasan teknis agar implementasi program berjalan optimal.
”Kami akan membahas aspek teknis lebih rinci setelah meninjau lokasi sehingga perencanaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.
(Kontributor : Arif)








