Kesehatan adalah Prioritas

Selasa, 19/07/2022 - 12:25
ilustrasi

ilustrasi

Oleh : Aura Nur Aprilliani/Politeknik Negeri Jakarta

Kesehatan merupakan prioritas hidup bagi semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, tak terkecuali tumbuhan dan hewan, dengan hidup yang sehat makhluk hidup dapat menjalankan segala aktivitas dengan baik, dan dapat bertahan hidup lebih lama.

Jika mengulik arti sehat sesungguhnya, maka menurut WHO(World Health Organization) adalah  A state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (WHO, 2001).

WHO menjelaskan bahwa sehat berdasar pada kesehatan secara fisik dan mental serta tidak adanya pengaruh dari suatu penyakit atau bahkan suatu kelemahan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesehatan tidak hanya mencakup atas dasar individu dengan fisik yang kuat, sejatinya kesehatan juga mencakup bagaimana pola pikir dan pola hidup manusia dapat bekerja dengan baik.

Kesehatan fisik dan kesehatan mental tidak dapat dipisahkan, keduanya saling berkesinambungan untuk membentuk pribadi yang dapat menjalankan aktivitas dengan baik. Jika kondisi secara fisik sedang tidak sehat(sakit) maka beberapa pekerjaan akan terhambat, sebaliknya pun dalam menyelesaikan segala bentuk kegiatan dibutuhkan pikiran dan suasana hati yang baik.

Lalu apa arti kesehatan fisik dan kesehatan mental sesungguhnya? Yang mana yang harus dijadikan prioritas utama?

Kesehatan fisik adalah kemampuan tubuh untuk menjalankan fungsi tubuh secara efisien kemudian mempertahankan keoptimalannya dalam setiap kondisi. Mudahnya, kesehatan fisik dapat diartikan sebagai kemampuan tubuh untuk melakukan tugas sehari-hari dan hidup secara nyaman.

Sedangkan kesehatan mental merupakan kondisi dimana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

Melirik dari arti keduanya, maka dapat disimpulkan bahwa keduanya perlu disetarakan prioritasnya, sebab yang patut kita ingat bahwa kesehatan mental dan fisik saling memengaruhi satu sama lain.

Kesehatan Mental dan Fisik Saling Memengaruhi

Seorang profesor psikiater klinis dari New York University’s Langone School of Medicine bernama Charles Goodstein, MD menyatakan bahwa otak manusia berhubungan erat dengan sistem endokrin yang bekerja melepaskan hormon. Hormon ini memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental kita.

Begitu pula pikiran dan perasaan kita yang dapat memengaruhi hormon yang kemudian akan mengganggu sistem kerja organ tubuh kita. Beliau juga menyampaikan bahwa seringkali pasien yang datang ke dokter dengan keluhan pusing, letih, hingga gangguan di perut ternyata disebabkan oleh depresi.

Jika kesehatan mental terganggu, maka emosinya menjadi tidak stabil, sering merasa lelah, jenuh, pusing, dan tidak mampu bersosialisasi dengan baik. Untuk itu, setiap individu wajib memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.

Menjaga Keseimbangan Kesehatan Mental dan Fisik

Untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan, kamu tidak bisa hanya berfokus pada kesehatan fisik, keduanya harus diseimbangkan. Kesehatan mental juga memainkan peran yang besar dalam kehidupan. Kesehatan mental sebagai kemampuan diri sendiri untuk mengelola perasaan dan menghadapi kesulitan sehari-hari.

Dilansir dari halodoc.com ada beberapa cara untuk tetap menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik, yaitu:

  1. Berolahraga

Tubuh akan melepaskan endorfin yang membantu menyingkirkan stres dan meningkatkan suasana hati kamu sebelum dan sesudah berolahraga. Itulah sebabnya olahraga adalah cara penangkal stres, kecemasan, dan depresi yang ampuh. Carilah cara-cara kecil untuk menambah aktivitas olahraga, seperti naik tangga, atau jalan kaki ke tempat yang dekat. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, lakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari, dan coba melakukannya di luar ruangan. Paparan sinar matahari juga membantu tubuh menghasilkan vitamin D, yang meningkatkan tingkat serotonin di otak.

  1. Beristirahat

Pada saat-saat semua pekerjaan terasa seperti terlalu banyak, menjauhlah, dan lakukan apa pun kecuali hal yang membuat kamu semakin stres, setidaknya sampai kamu merasa sedikit lebih baik. Terkadang hal terbaik untuk dilakukan adalah latihan pernapasan sederhana: Tutup mata dan ambil 10 tarikan napas dalam-dalam. Untuk masing-masing tarikan napas, hitung sampai empat saat menarik napas, tahan selama empat hitungan, dan buang napas untuk empat hitungan. Hal ini bekerja baik untuk membantu kamu melawan stress.

  1. Tidur Tepat Waktu

Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki efek negatif yang signifikan pada suasana hati. Coba tidur pada waktu yang teratur setiap hari. Hindari bermain gadget sebelum waktu tidur dan membatasi minuman berkafein untuk pagi hari.

  1. Makanlah Makanan yang Enak

Selain memberikan nutrisi yang dibutuhkan, makan lezat dan sehat juga menyehatkan otak. Karbohidrat (dalam jumlah sedang) meningkatkan serotonin, bahan kimia yang terbukti memiliki efek menenangkan pada suasana hati. Sementara itu makanan kaya protein membantu kamu tetap waspada.

Sayuran dan buah-buahan dipenuhi dengan nutrisi yang memberi makan setiap sel tubuh, termasuk yang mempengaruhi bahan kimia otak yang mengatur suasana hati. Sertakan makanan dengan asam lemak tak jenuh ganda Omega-3 (ditemukan dalam ikan, kacang-kacangan, dan biji rami). Nutrisi ini dapat meningkatkan suasana hati dan mengembalikan integritas struktural pada sel-sel otak yang diperlukan untuk fungsi kognitif.

  1. Berperilaku Positif pada Diri Sendiri

Berperilaku positif pada diri sendiri akan meminimalisir terjadinya overthinking yang dapat memengaruhi cara kerja otak dalam berpikir, berperilaku positif bisa dilalui dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan mensyukuri segala hal termasuk bersikap optimis dalam mengerjakan aktivitas.

Dengan demikian, pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik apalagi bagi individu yang memiliki banyak aktivitas, tentu kamu sebagai individu dengan kesibukan yang harus dijalani memprioritas kesehatan mental dan kesehatan fisik harus diutamakan.

Tags

Berita Terkait