Kepala Seksi Wilayah VI Rejang Lebong (M. Zainudin)
Klikwarta.com, Rejang Lebong - Dalam rangka mengenalkan keberadaan destinasi wisata alam dan juga memperingati Hari Koservasi Alam Nasional 2018, Taman Nasional Kerinci Seblat Bidang Pengelolaan Wilayah III Bengkulu-Sumsel, akan menggelar lomba lintas alam (LLA) di hutan Madapi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong pada 2 September 2018 mendatang.
Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah III TNKS, Iwin Kasiwan mengatakan dengan adanya lomba lintas alam tersebut diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui keberadaan destinasi wisata alam di kawasan TNKS di wilayah Rejang Lebong.
Nantinya, lanjut Iwin, para peserta lomba selain akan berolahraga juga dapat menikmati keindahan dan kesejukan udara yang masih asri dengan latar pemandangan pohon mahoni, damar dan pinus (Madapi) yang dijadikan nama hutan tersebut.
Sejauh ini peserta yang akan mengikuti lomba lintas alam yang terbuka untuk umum itu sudah ada 20 tim, dari 25 tim yang mereka targetkan sebagai pesertanya. Kalangan ini nantinya selain akan mendapatkan piala juga uang pembinaan serta doorprize.
Sementara dikatakan Kepala Seksi Wilayah VI TNKS Rejang Lebong, M Zainudin bahwa tema lomba lintas alam ini ialah "melalui lomba lintas alam hutan Madapi TNKS, kita wujudkan harmonisasi alam yang berkualitas," memiliki arti untuk menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan sehingga bisa menjaga keberadaan TNKS sebagai warisan dunia.
Hutan Madapi yang berada di Dusun Karang Anyar, Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya itu memiliki luasan 212 hektare, dengan tanaman mahoni, damar dan pinus selain menjadi salah satu spot wisata alam di Rejang Lebong juga menjadi lokasi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan.
"Hasil hutan bukan kayu atau HHBK berupa getah dan buah dari damar maupun pinus sudah dimanfaatkan untuk ekonomi oleh masyarakat sekitar hutan Madapi," katanya.
Selain itu potensi yang ada di dalam hutan Madapi ini juga akan dimanfaatkan oleh kelompok perempuan penyelamat TNKS, sebuah perkumpulan masyarakat yang peduli dengan keberadaan TNKS guna memanfaatkan tanaman unji atau kecombrang yang banyak tumbuh ditempat itu menjadi minuman sejenis sirup. (Ar)








