Pembangunan Infrastruktur Purwosuci, PT MRP Siap Bekerjasama dengan Pemdes Ngraho

Selasa, 25/01/2022 - 17:53
PT Multi Rancabangun Prima dengan pemerintah Desa Ngraho menandatangani perjanjian kerjasama investasi pembangunan sarpra situs religi Purwosuci

PT Multi Rancabangun Prima dengan pemerintah Desa Ngraho menandatangani perjanjian kerjasama investasi pembangunan sarpra situs religi Purwosuci

Kliwarta.com, Blora - PT Multi Rancabangun Prima (MRP) melakukan perjanjian kerjasama investasi dengan Pemerintah Desa Ngraho, kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (25/1/2022). Kerjasama tersebut terkait pembangunan infrastruktur di situs Purwosuci Gunung Kedinding, Desa Ngraho. 

Kepala Desa Ngraho, Sri Lestari Indajani, menyampaikan terima kasih kepada PT MRP yang sudah memberikan bantuan kepada Desa Ngraho.

"Harapan kami Desa Ngraho yang dulu miskin, dengan dibangunnya sarpra di situs Purwosuci, ekonomi masyarakat meningkat. Ke depan jadi lebih baik dan income masyarakat menjadi naik", kata Sri Lestari. 

Sementara Direktur Utama PT MRP, Muhamad Darsono, menjelaskan, bahwa PT. MRP bergerak di bidang konstruksi akan membangun Sarpra situs Purwosuci. Tujuannya untuk menarik minat wisatawan dan membangun ekonomi kemasyarakatan.

"Targetnya menjadi situs yang dikenal dunia. Kami minta tolong kepada perangkat desa bahu membahu. Dengan diperbaiki sarananya, situs ini mudah mudahan Allah memberikan kemudahan. Niat saya agar orang yang berziarah mudah saat musim hujan. Jika akses layak, orang tidak takut ke sana", kata Darsono.

Pembangunan sarpra yang akan dilakukan, kata dia, diantaranya pembuatan jalan, gapura masuk, MCK, penerangan jalan, tenaga Surya, lapangan parkir, Musala dan pagar.

"Bulan ke empat harus segera dimulai. Desa menyediakan lahan dan PT yang menyediakan anggaran", ujarnya.

"Dengan dibangunnya sarana Purwosuci, masyarakat akan mendapat tambahan penghasilan dan tempat wisata ini juga membutuhkan karyawan untuk mengelola, jadi lulusan SMA tidak perlu keluar kota untuk cari kerjaan", tandas Darsono.

Selain menambah penghasilan warga, lanjut Darsono, pembangunan situs ini juga dapat meningkatkan ekonomi kemasyarakatan dan melestarikan cagar budaya.

"Pekerjaan melibatkan warga lokal. Target pekerjaan satu tahun selesai. Pemdes memback up dari segi administrasi dan RAB pembanding. Ini untuk kemaslahatan masyarakat. Sistemnya nanti bagi hasil", jelasnya.

Menurut juru kunci Purwosuci, Sutris, bahwa di Gunung tersebut terdapat makam Eyang Samiaji dan Pusposari. Konon kabarnya adalah leluhur Joko Tingkir dari Kerajaan Pajang.

"Setahun sekali setiap Jumat Pahing ada sedekah bumi dan peziarah rata rata dari Blora dan luar Kota, diantaranya dari Jepara, Bojonegoro, Jogja dan Kediri", demikian Sutris.

Pewarta: Fajar

Tags

Berita Terkait