Pemdes Bantur Bahas Perubahan APBDes 2025, di Balai Pendopo Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Rabu (26/11).
Klikwarta.com, Malang – Pemerintah Desa (Pemdes) Bantur menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025. Agenda tersebut berlangsung di Balai Pendopo Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Rabu (26/11).
Musyawarah dihadiri unsur pemerintah kecamatan, BPD, perangkat desa, RT/RW, BUMDes, hingga anggota Kelompok Diskusi Masyarakat Pembangunan (KDMP). Camat Bantur diwakili Plt. Kasi Pemerintahan, Edy Purnomo, S.M., serta hadir pula Bhabinkamtibmas Agung Satrio Wibowo dan Babinsa Bantur Wijaya.
Kepala Desa Bantur Nanang Kosim menegaskan pentingnya pelibatan seluruh lapisan masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, perubahan APBDes harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan mengarah pada pembangunan berkelanjutan.
Nanang juga mengungkapkan bahwa pada 2026 pemerintah pusat akan melakukan pemotongan signifikan terhadap Dana Desa. Dari total Rp60 triliun anggaran nasional, sekitar Rp40 triliun akan dialihkan untuk angsuran KDMP. “Artinya, desa hanya menerima sekitar 36 persen. Kondisi ini tentu berdampak besar pada kemampuan desa dalam menjalankan program,” ujarnya.
Pendamping Desa, Sukron Fauzi, menambahkan bahwa Musdes menjadi forum strategis untuk menjaring aspirasi warga sekaligus memastikan tata kelola anggaran tetap transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Edy Purnomo menjelaskan bahwa perubahan APBDes 2025 menitikberatkan pada penyertaan modal untuk BUMDes sebagai penguatan program ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa sesuai regulasi, minimal 20 persen dari pagu Dana Desa harus dialokasikan untuk ketahanan pangan. Dana tersebut akan ditransfer ke rekening BUMDes dan dikelola bersama Pemdes dengan pengawasan ketat.
Selain ketahanan pangan, Musdes juga membahas dukungan pengembalian pinjaman Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi warga.
Para peserta Musdes berharap keputusan yang dihasilkan segera ditindaklanjuti dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mereka juga menekankan pentingnya program desa yang berpihak pada kebutuhan dasar dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Acara Musdes ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Modin Durmo, Fakhur Roji.
(Pewarta: Edy)








