Sosialisasi wawasan kebangsaan
Klikwarta.com, Trenggalek – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0806/Trenggalek secara aktif melaksanakan sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sebagai bagian dari sasaran nonfisik.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar Satgas TMMD bekerjasama dengan Bakesbangpol Trenggalek bertempat di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jumat (24/4/2026).
Ahmad Nurhuda, Kades Sukorejo berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat akan mengetahui wawasan kebangsaan untuk lebih mencintai NKRI. “Kapada warga masyarakat yang hadir mari kita dengarkan sosialisasi ini dan nanti diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Sementara Sugito, S.Sos, M.M., Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Trenggalek memaparkan. Wawasan kebangsaan (wasbang) adalah cara pandang Bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuannya, bertumbuhkembangnya semangat kebersamaan yang didorong oleh semangat berbangsa dan bernegara. Juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangga terhadap identitas nasional, dan semangat rela berkorban demi negara. “Serta mendorong warga negara untuk sadar berbangsa, bernegara, dan memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa,” papar Sugito.
Dan untuk mencapai tujuan itu, tentu ungkap Sugito berbagai tantangan dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Tantangan itu bisa berupa eksternal, berupa gelombang arus globalisasi dan pertarungan ideologi melalui media masa. Juga tantangan internal yang bersumber dari keberagaman kebudayaan, agama, suku, ras. “Dan itu akan melemahnya penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Potensi melunturkan nilai wawasan kebangsaan bisa dipengaruhi kebijakan nasional atau lokal yang tidak adil yang menimbulkan potensi perpecahan. Kemudian, hilangnya rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. “Selain juga kaburnya batas-batas kedaulatan bangsa karena globalisasi,” ungkapnya.
Untuk itu, menurut Sugito, menjadi tugas bersama menanamkan kembali nasionalisme dalam suatu faham kebangsaan dalam wasbang. Selain membangun SDM yang bersaing dalam kerangka bangsa yang satu Indonesia. “Dan yang terpenting, Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri, semangat kebangsaan, nasionalisme berasaskan Pancasila dan UUD 1945,” tandasnya.
Selain Sugito, S.Sos, M.M., Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Trenggalek, turut hadir, Mirna Anastasya, S.E., (Kasi Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Trenggalek), Misroni (Staf Bakesbangpol Trenggalek), Zainul Mustakim (Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Trenggalek) beserta 2 orang Staf.
Selanjutnya, Ahmad Nurhuda (Kades Sukorejo), Sertu Anas Taufik (Babinsa Sukorejo), Aipda Novi Teguh (Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo), dan Warga Masyarakat Desa Sukorejo.
(Kontributor : Arif)








