Wawako Raja Ariza Dukung Penataan Pulau Penyengat Tahap III oleh Pemprov Kepri

Selasa, 12/08/2025 - 12:39
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menghadiri sosialisasi rencana penataan kawasan Pulau Penyengat tahap III tahun 2025, yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kementerian PUPR, di Balai Kelurahan Penyengat, Senin (11/8)

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menghadiri sosialisasi rencana penataan kawasan Pulau Penyengat tahap III tahun 2025, yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kementerian PUPR, di Balai Kelurahan Penyengat, Senin (11/8)

Klikwarta.com, Tanjungpinang - Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menghadiri sosialisasi rencana penataan kawasan Pulau Penyengat tahap III tahun 2025, yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kementerian PUPR, di Balai Kelurahan Penyengat, Senin (11/8) malam.

Sosialisasi menampilkan video dan master plan Tugu Bahasa, yang diharapkan menjadi ikon sejarah asal-usul bahasa Indonesia.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap proyek penataan Pulau Penyengat. Ia menjelaskan, penataan kawasan ini akan mengintegrasikan konsep modern dengan kearifan lokal Melayu.

“Pulau Penyengat akan dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan religi dengan ciri khas nasional. Kami berharap masyarakat mendukung kelancaran pembangunan,” kata Ansar.

Wakil Wali Kota Raja Ariza menyambut baik rencana penataan kawasan ini. Ia menyatakan Pemko Tanjungpinang mendukung penuh pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Kepri dan Kementerian PUPR untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi warga Tanjungpinang, khususnya di Penyengat,” ujar Raja Ariza.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kepri, Rocky Adam, menjelaskan Pulau Penyengat merupakan kawasan cagar budaya nasional dengan 46 objek peninggalan bersejarah.

Oleh sebab itu, penataan dilakukan secara terintegrasi untuk mengembangkan potensi wisata sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Tahun ini, penataan meliputi pembangunan Plaza Penyambut, Pelataran Balai Adat, jalan lingkungan, lansekap, storytelling, dan artwork. Ini merupakan kelanjutan dari pembangunan sebelumnya,” jelas Rocky.

Ia menambahkan, Kementerian PUPR berkomitmen melaksanakan pekerjaan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan, sejumlah kepala OPD provinsi, Ketua LAM Kepri Dato Setia Raja Alhafiz, tim kontraktor dan supervisi penataan Pulau Penyengat, lurah setempat, Babinsa, serta sekitar 50 warga.

Berita Terkait