Beberapa Siswa TK Keracunan MBG, Bupati Jember : Kami Prihatin, Korban Harus Segera di Tangani

Kamis, 21/05/2026 - 18:13
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait

Klikwarta.com, Jember - Benerapa siswa TK keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Jember, Rabu (20/5/2026). Murid taman kanak-kanak (TK) dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi oleh dapur SPPG Mitra Kaliwates 7 di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates.

Data sementara yang dihimpun hingga malam hari mencatat sekitar 18 anak terdampak. Empat di antaranya menjalani perawatan inap di RSUK dr. Soebandi, sementara beberapa lainnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kaliwates dan Puskesmas Jember Kidul. Sebagian korban juga diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah mendapatkan pemeriksaan dokter.

Menanggapi kejadian tersebut, Satgas MBG Kabupaten Jember langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur penyedia makanan MBG tersebut.

Kasatgas MBG Kabupaten Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi menegaskan, pihaknya meminta aktivitas SPPG Mitra Kaliwates 7 dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan selesai dilakukan.

“Untuk sementara operasional dapur MBG itu kami minta dihentikan sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus upaya memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa penerima program MBG.

Satgas MBG bersama instansi terkait juga akan melakukan inspeksi ke sejumlah dapur MBG lain di wilayah Kabupaten Jember guna memastikan standar kebersihan, pengolahan makanan, dan kualitas bahan pangan benar-benar sesuai ketentuan.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut serta meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat menangani para korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua dan siswa yang terdampak. Pemerintah daerah akan mengawal penanganan korban sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan. 
Pemerintah Kabupaten Jember bersama tim kesehatan terus melakukan pendampingan terhadap para siswa yang mengalami keluhan pasca  makanan MBG tersebut. (Maria) 

Berita Terkait