Dewan Kota Bengkulu Evaluasi Pelaksanaan Festival Muharram

Selasa, 09/08/2022 - 17:09
Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE
Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE

Klikwarta.com, Kota Bengkulu - Sempat viral sampah berserakan di lokasi Festival Muharram yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bengkulu beberapa waktu lalu turut mendapat perhatian dewan. DLH dinilai tak siap mengantisipasi sampah-sampah dari pengunjung dan pedagang di sekitar lokasi festival. Akibatnya, sampah berserakan di tribun dan sekitaran lapak pedagang yang membuat pemandangan festival sangat kumuh dan amburadul.

Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE mengatakan hendaknya DLH lebih sensitif dalam penangan sampah setiap ada event-event besar yang diselenggarakan oleh pemerintah kota. Persiapan juga harus dilakukan seperti menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara dan menaruh tempat sampah di setiap titik lokasi festival agar masyarakat pengunjung tak membuang sampah sembarangan.

"Sebagai catatan kita bersama khususnya untuk DLH, saat ini geliat perekonomian kita berangsur sudah mulai bangkit dan berkembang. Kalau kita lihat penanganan sampah yang terjadi di festival muharram kemarin, sepertinya DLH tidak siap untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut. Ditemukan tumpukan sampah dilokasi festival, tempat pembuangan sampah minim, kalau tidak ada tempat sampah masyarakat bingung mau buang kemana kan?," ungkap Marliadi, Selasa (09/08).

Ia berharap kedepan DLH bisa lebih terprogram dalam menghadapi event-event besar yang diselenggarakan pemkot agar tak menjadi keluhan di masyarakat pengunjung maupun pedagang. Penyediaan tempat sampah yang cukup dirasa sangat diperlukan karena dalam event-event seperti itu tentu akan menghasilkan sampah yang cukup banyak terutama sampah plastik.

Meskipun beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas DLH mengatakan sudah menempatkan tempat sampah hanya beberapa titik lokasi festival saja. Serta kontainer sampah yang disediakan dan lokasinya berjarak dari lokasi festival karena sudah tak mendapatkan tempat. Hal itu dinilai masih belum cukup dan dampaknya masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. (Adv)

Related News