Gubernur Jatim Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Kuatkan Stabilitas Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 05/07/2026 - 20:42
Gubernur Jatim Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan

Gubernur Jatim Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan

Klikwarta.com, Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali memperkuat langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat lewat penyelenggaraan Pasar Murah. Kali ini, Pasar Murah ke-81 Tahun 2026 digelar di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7).

Kegiatan tersebut menjadi Pasar Murah ke-81 yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun ini. Angka ini menegaskan keseriusan Pemprov Jatim dalam memperluas pemerataan intervensi pangan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

Gubernur Khofifah menyampaikan, Pasar Murah merupakan salah satu instrumen krusial untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sehingga daya beli tetap aman.

“Pasar Murah ini akan terus kita lanjutkan di berbagai daerah di Jawa Timur. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, sementara stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan lewat pemantauan harga di pasar. Pemerintah juga perlu hadir dengan intervensi langsung agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan warga.

“Ketika harga pangan stabil dan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Inilah yang terus kita ikhtiarkan bersama,” katanya.

Dalam Pasar Murah kali ini, warga dapat memperoleh beragam komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Selain menghadirkan harga pangan murah, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan bantuan pangan kepada kelompok masyarakat rentan. Pada kesempatan ini, Khofifah menyerahkan beras kemasan 5 kilogram kepada warga lanjut usia 60 tahun ke atas, serta paket telur ayam seberat setengah kilogram kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Khofifah menjelaskan, bantuan tersebut menjadi pelengkap dari pelaksanaan pasar murah agar manfaat intervensi pemerintah menjangkau lebih luas, khususnya masyarakat yang perlu perhatian lebih.

“Kami ingin memastikan bahwa kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak juga mendapatkan manfaat langsung dari program ini. Harapannya, selain membantu meringankan beban pengeluaran keluarga, bantuan ini juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menambahkan, keberlanjutan Pasar Murah adalah bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dijalankan secara terpadu. Strategi ini mengandalkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, distributor, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia optimistis, dengan distribusi pangan yang lancar dan intervensi yang dilakukan secara konsisten, stabilitas harga kebutuhan pokok di Jawa Timur akan terus terjaga. Kondisi itu juga memberi kepastian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain berfokus pada stabilitas pangan, pelaksanaan Pasar Murah di Desa Bulukandang juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah membeli berbagai produk UMKM lokal untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk daerah.

Langkah itu, kata Khofifah, diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi warga, memperluas akses pasar bagi produk UMKM, sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

“Pengendalian inflasi harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Karena itu, kita juga terus mendorong agar UMKM lokal semakin berkembang, produknya semakin dikenal masyarakat, pasarnya semakin luas, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usahanya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pasar Murah, menurutnya, tidak hanya menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal lewat pemberdayaan UMKM.

“Pemprov Jatim akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai langkah konkret. Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya beli, memastikan inflasi tetap terkendali, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM lokal,” pungkasnya. (**) 

Berita Terkait