Ramainya Kios Penggiling Daging Pasar Musi

Minggu, 16/07/2023 - 21:45
Ilustrasi Foto: pexels.com

Ilustrasi Foto: pexels.com

Oleh : Zahira Audia Adjani 

Klikwarta.com - Momen Idul Adha membawa keberkahan tersendiri bagi para usaha penggiling daging. Masyarakat yang menerima daging qurban memanfaatkan jasa penggiling daging untuk membuat masakan berupa bakso, tahu bakso, rolade, dan lain-lain. Kios penggilingan daging di Pasar Musi yang terletak di Jalan Pasar Musi No.14 Abadijaya, Depok banyak diserbu oleh warga Depok termasuk aku dan Ibu.

Sesampainya di Pasar Musi, Ibu memarkirkan motor tepat di depan kios penjual tahu. Suasana luar Pasar Musi di pagi hari sudah ramai, para pedagang siap menyambut kedatangan pembeli. Selain pedagang yang memiliki kios, banyak pedagang yang membuka lapaknya sendiri. Dengan menggunakan meja kecil dan kursi, tidak menyurutkan semangat pedagang mencari nafkah. 

Ibu menggenggam tanganku dan memandu jalan memasuki area dalam pasar. Mengingat sebelumnya aku belum pernah mengunjungi Pasar Musi. Menuju kios penggiling daging banyak air yang menggenang sehingga mengakibatkan lantai menjadi licin. Aku pun memperlambat langkah agar tidak terjatuh. Kucing kampung banyak berkeliaran di dalam pasar, ada yang berada di atas meja pedagang, tumpukan kardus, bahkan di atas lemari. Aroma rempah-rempah bumbu dapur begitu menyengat menusuk hidung ku. Hal ini lah yang hanya ditemukan di pasar tradisional. 

Kios penggilingan terletak di sudut belakang pasar. Dari kejauhan sudah mulai terlihat antrian panjang para pelanggan yang ingin menggiling daging. Ibu memintaku untuk mengambil nomor antrian. Aku pun mendatangi penjual daging dan mendapatkan nomor 68. Masih ada 5 antrian lagi untuk kami mendapat giliran. 

Di depan kios terdapat kursi yang berjajar untuk menunggu. Aku dan Ibu duduk bersebrangan dengan meja yang dipenuhi berbagai macam wadah berisikan daging. Para pekerja di penggilingan daging sebanyak 6 orang. Dua orang bertugas menimbang daging dan memberikan bumbu-bumbu penyedap, sedangkan 4 pekerja lainnya bertugas menggiling daging. Selama menunggu antrian Aku menyaksikan penggilingan daging. Uniknya pekerja menggunakan penutup telinga. Saat menyalakan mesin penggiling suara mesin terdengar begitu keras memekakkan gendang telingaku. 

Melihat ke belakang antrian mulai membludak di kios ini, banyak pelanggan yang rela antre berdiri karena tidak kebagian kursi. Tiba saatnya giliran daging yang kami bawa siap untuk digiling. Untuk menggiling daging membutuhkan waktu yang cukup lama, karena jumlah yang kami bawa banyak. Selesai di tempat penggilingan daging Aku dan Ibu bergegas pulang ke rumah. 

Penggiling daging Pasar Musi merupakan satu-satunya tempat penggilingan yang ada di pasar tradisional kawasan Depok. Maka tidak heran jika kios ini diburu masyarakat hanya untuk menggiling daging. Sudah menjadi hal biasa antrean panjang terjadi saat perayaan Idul Adha di kios penggiling daging Pasar Musi. 
 

Berita Terkait