Pebitalekara Grup
Klikwarta.com, Surabaya - Pemijahan Blota Laut Equator Khatulistiwa Nusantara (Pebitalekara) Grup menjadi pelopor pemijahan lobster di tingkat internasional. Uji coba pemijahan lobster ini menjadi hatchery pertama di dunia yang berhasil memijahkan lobster dari tahap nauplisoma hingga menjadi Benih Besar Lobster (BBL).
Founder Pemijahan Blota Laut Equator Khatulistiwa Nusantara (Pebitalekara) Grup, HRM Khalillur R. Abdullah Sahlawiy mengungkapkan, upaya ambisius mereka dalam proses pemijahan lobster di Indonesia.
Pria yang akrab dipanggil Gus Lilur ini mmbeberkan bahwa proses pemijahan lobster dimulai dari tahapan awal dengan larva nauplisoma yang berkembang dalam waktu sekitar 1-3 hari. Selanjutnya tahapan larva berlanjut ke protozoea, zoea, mysis, puerulus, dan akhirnya menjadi juvenil pada usia 14 hari ke atas.
"Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai BBL sekitar 6-7 bulan, dengan ukuran sekitar 5-7 cm, yang siap untuk dibesarkan lebih lanjut," ujar Gus Lilur, Kamis 24 April 2025.
Menurutnya, pemijahan ini merupakan tantangan besar yang dihadapi, karena hingga saat ini belum ada negara, institusi, atau lembaga penelitian di dunia yang berhasil mengembangkan proses pemijahan lobster yang sukses dan bertahan lebih lama dari 39 hari.
"Keberhasilan Pebitalekara Grup adalah dalam uji coba ini akan menjadi tonggak sejarah dalam industri budidaya lobster global," ucapnya.
Gus Lilur menyatakan, perusahaannya akan mengirimkan 2.500.000 nauplisoma untuk ditempatkan di keramba-keramba pemijahan di berbagai teluk di Gugusan Teluk Kangean, yang dikenal memiliki asupan makanan alami yang melimpah. Uji coba ini akan dilanjutkan dengan pengiriman rutin nauplisoma setiap dua minggu untuk mendukung kelancaran proses pemijahan di lokasi tersebut.
Gus Lilur berharap dengan doa dan dukungan dari seluruh pihak, Bandar Laut Dunia Grup dan Pebitalekara Grup bisa menjadi hatchery pertama di dunia yang berhasil memijahkan lobster dari nauplisoma hingga menjadi lobster dewasa.
"Semoga upaya ini membawa kemajuan besar bagi industri perikanan Indonesia dan memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan global, terutama dalam sektor perikanan laut," harapnya.
Pewarta: Supra








