Serba-Serbi Pasar Lembang
Oleh: Alifia Nur Agung R mahasiswa jurnalistik dari Politeknik Negeri Jakarta
Masyarakat kecil kebanyakan menggantungkan hidupnya di pasar tradisional. pasar tradisional sendiri berisi bukan hanya pedagang dan pembeli saja tetapi ada kuli angkut, tukang ojek, tukang parkir, serta yang lainnya yang mengandalkan pasar tradisional sebagai tempat mata pencahariannya.
Maka sebuah pasar yang menjadi sumber utama perekonomian warga harus didukung dengan penataan lokasi yang baik dan manajemen yang tertib, agar kenyamanan dan keamanan menjadi syarat utama masyarakat menjadikan pasar sebagai komoditas.
Pasar lembang salah satunya, pasar lembang merupakan salah satu pasar yang terletak di kota Tangerang Selatan, bertepatan di Kecamatan Ciledug.
Layaknya pasar biasa, pasar lembang tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar pada umumnya, semua bahan kebutuhan seperti sayur-mayur, ikan, ayam, dan sembako ada disana. Pasar lembang sendiri awalnya adalah Terminal Ciledug, karena banyak yang berjualan disekitarnya, maka dialihkan fungsi menjadi pasar dan juga terminal.
Pasar lembang sendiri identik dengan buah-buahan, terutama pedagang buah pisang yang berjejer di sepanjang jalan. dan banyak yang berjualan lainnya.
Beberapa peristiwa pun pernah terjadi disekitar pasar Lembang, seperti perebutan lahan parkir yang membuat kemacetan panjang di jalan, pencurian kendaraan bermotor, kecelakaan, dan banyaknya sampah berserakan di pinggir jalan pasar Lembang. Hal ini menjadikan bahwa keamanan sekaligus kenyamanan di pasar Lembang itu sangatlah kurang.
Sebenarnya, tugas utama pemerintah (terutama Kementerian Perdagangan) saat ini adalah penataan dan revitalisasi pasar tradisional yang terkesan tidak nyaman dan aman karena pasar ini tempat untuk mengadu nilai barang komoditasnya.








