Wabup Rahmat Mendadak Kumpulkan Puluhan Lurah se- Kabupaten Blitar, Bahas Apa ?

Senin, 09/10/2023 - 20:17
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Mengumpulkan Lurah se- Kabupaten Blitar, Senin 9 Oktober 2023.
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Mengumpulkan Lurah se- Kabupaten Blitar, Senin 9 Oktober 2023.

Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso mendadak mengumpulkan puluhan lurah se- Kabupaten Blitar, di salah satu rumah makan di Kota Blitar, lagi bahas apa sih ?

Pantauan Klikwarta.com di lokasi, terdapat 28 lurah se- Kabupaten Blitar terlihat sudah berada di lokasi salah satu rumah makan di Kota Blitar, dengan mengenakan seragam keki sekira pukul 13.30 WIB. Sementara Wabup Blitar Rahmat Santoso terlihat hadir bersama cucu Bung Karno, Romy Soekarno.

Setelah berkumpul di salah satu ruangan, Wabup Rahmat langsung membuka pertemuan dan menyampaikan pihaknya memang sengaja mengundang seluruh lurah di Kabupaten Blitar.

"Untuk memberikan dukungan dan menyelesaikan masalah, yang dihadapi oleh para lurah terkait tanah eks bengkok," kata Wabup Rahmat, Senin (9/10/2023).

Dikatakannya, 28 lurah itu telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Blitar terkait pengelolaan tanah eks bengkok.

"Padahal para lurah yang dulunya mengelola tanah eks bengkok, sudah melaksanakan lelang sesuai aturan. Kalau ternyata ada ketidaksesuaian dari pemanfaatan hasil lelang, itu karena adanya kesalahan administrasi terkait aturannya," jelasnya. 

Ia berpendapat, dasar aturan Peraturan Bupati Blitar yang lama tahun 2016, agar direvisi dulu atau diterbitkan aturan yang baru. Sehingga, para lurah tidak kesalahan, dalam melaksanakan kebijakan atau aturan terkait tanah eks bengkok tersebut.

Pria yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Panasehat Hukum Indonesia (IPHI) ini menjelaskan kalau dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, kalau masalah tanah eks bengkok ini bukan pelanggaran pidana. 

"Tapi soal kebijakan atau kesalahan administrasi, bukan pidana dan biar diselesaikan oleh Inspektorat saja," tukasnya.

Maka dari itu, Rahmat meminta seluruh lurah untuk tenang dan tidak usah takut, cukup bekerja seperti biasanya. Karena masalah terkait tanah eks bengkok ini, akan diselesaikan di internal Pemkab Blitar melalui Inspektorat.

"Sesuai hasil koordinasi dengan Kajari Blitar, 2 bulan kedepan akan dicek lagi apakah sudah ditindaklanjuti oleh Inspektorat," katanya.

Wabup Rahmat menyayangkan Pemkab Blitar mestinya mengeluarkan kebijakan baru agar pengelolaan eks bengkok ini tidak membuat lurah terjerat masalah. Misalnya, ada bengkok yang hilang tapi bukan dijual, melainkan digunakan untuk pembangunan Kantor Pemkab di Kanigoro.

"Kan jadi muter-muter aja, dimana pidananya atau korupsinya kalau tidak ada kerugian negara," menurutnya. 

Di ruang dan waktu yang sama, Wabup Rahmat juga mengklarifikasi adanya kabar setoran uang untuk Aparat Penegak Hukum (APH), dalam proses pemeriksaan oleh Kejari Blitar. Dalam proses dimintai keterangan ini, ada pihak yang salah paham. Seolah-olah ada pihak yang meminta uang dan diberikan pada APH, padahal itu tidak benar dan tidak ada aliran uang untuk APH.

"Jadi clear ya, mulai sekarang semua lurah sudah bisa bekerja tenang. Tidak usah takut lagi diperiksa oleh kejaksaan, karena masalah ini bukan kesalahan lurah dan sudah diserahkan ke Inspektorat," tegasnya. 

Terpisah, Romy Soekarno yang ikut bersama Wabup Rahmat mengungkapkan kehadirannya saat itu hanya ingin mencoba pendekatan dengan bersosialisasi terkait kepentingan politiknya. Sebab, Romy diketahui saat ini tengah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024, melalui Fraksi PDIP untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur 6 yang meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Related News