WCC Pertanyakan Kejelasan Kasus Pemerkosaan Mahasiswi PTN

Selasa, 14/08/2018 - 19:05
Direktur Cahaya Perempuan Women Crisis Center Teti Sumeri

Direktur Cahaya Perempuan Women Crisis Center Teti Sumeri

Klikwarta.com - Direktur Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) Teti Sumeri angkat bicara terkait kasus dugaan pemerkosaan seorang mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bengkulu. Teti Sumeri melihat belum ada titik terang dari permasalahan tersebut, sebagai salah satu lembaga pemberdayaan perempuan non pemerintah Cahaya Perempuan (WCC) yang berfungsi melakukan pendataan kejahatan terhadap wanita secara fisik maupun non fisik. Selain itu WCC juga berfungsi sebagai pemberi solusi terhadap kejahatan tersebut.

"Dalam setiap kasus pemerkosaan itu dilarang adanya perdamaian, meskipun sudah dilakukan perdamaian proses hukum harus tetap berlanjut", kata Teti.

Teti mengharap kepada aparat penegak hukum serius dalam menangani kasus pemerkosaan mahasiswi dengan inisial (HA) tersebut.

"Saat ini yang dibutuhkan hanya keseriusan dan komitmen yng kuat dari aparat penegak hukum dalam penanganan pidana perkosaan tersebut. Dalam kasus pemerkosaan tidak ada satu orang pun yang mampu menghalangi proses tindak lanjut dalam perkara tersebut. Meskipun ada pencabutan, perdamaian yang terjadi tidak menghalangi proses hukum terhadap yang namanya kekerasan seksual", tambah Teti.

Seperti diberitakan sebelumnya kasus pemerkosaan yang menimpa HA (21) warga Kecamatan Bangkahulu Kota Bengkulu tersebut dilakukan oleh FR (23) warga Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara yang merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Program study Kelautan di Kampus yang sama. Terduga pelaku juga merupakan Koordinator Desa (Kordes) dari Kelompok KKN di Desa Turan Mumpo. Terduga pelaku juga telah ditahan oleh pihak Polsek Pondok Kelapa, Kabupaten Benteng. (AF)

Berita Terkait