KOPI KU ENAK…

Senin, 22/04/2019 - 10:39
Riki (Kedai Kopi Luwak)
Riki (Kedai Kopi Luwak)

Penulis: Riki Kedai Kopi Luwak

Terkadang kata enak bagi seorang pengopi memiliki banyak makna, tetapi satu yang saya tangkap sebagai pecinta kopi adalah kopi enak itu muncul dari mulut si peminumnya. Kenapa? Karena seringkali kita mendengar kata pahit, yang muncul dari mulut orang penggemar kopi manis ketika mereka mencicipi kopi tanpa gula, seperti yang selalu saya sarankan kepada konsumen kedaikopiluwak Bengkulu.

Enak memang adalah sebuah tujuan seorang Barista dalam membuat kopi, kenapa seseorang bisa berkata enak ataupun pahit bagi kopi yang disajikan, karena kebiasaan orang kita di Bengkulu untuk meminum kopi dengan cara kopi 1 sendok kecil dan gula 2 sendok besar, sehingga yang terpatri dari peminum bukanlah minum kopi tetapi minum air gula rasa kopi. Hal inilah, yang awal berdirinya kedaikopiluwak yang waktu itu masih dipinggir jalan di emperan ruko-ruko dekat simpang lima Bengkulu. Memulai mengedukasi para pelanggan baru untuk mengetahui rasa kopi Bengkulu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami, penuh canda tawa karena selalu mendapat kata awal pahit tetapi setelah mulut-lidah dan gigi dikalibrasi, spontan para konsumen berkata ternyata diantara pahit yang muncul terdapat rasa manis dan rasa cokelat seperti yang kami harapkan.

Kala itu selalu yang saya ingat, semangat teman-teman kedaikopiluwak yang selalu hadir malam demi malam, hanya ingin menikmati kopi Arabika yang baru mereka kenal di lidah mereka. Sensasi tersebut juga menjadi perbincangan malam kami bersama mereka selain topic yang lagi banyak diperbincangkan kala itu. Selain mereka kami juga mulai dikunjungi tamu-tamu dari luar kota Bengkulu dan juga dari luar negeri, tetapi yang jauh lebih spesial dan seseorang inilah yang mengubah saya dalam memahami kopi Indonesia adalah kedatangan Adi Tjoeprakake kedai kami kala itu.

Hal inilah yang memberikan kami semangat untuk selalu menyampaikan rasa kopi Bengkulu baik Arabika yang biasanya terdapat banyak di daerah Kepahiang dan Lebong, juga jenis Robusta yang terdapat di seluruh Bengkulu. Unsur hara yang terdapat dalam tanah terutama didaerah Bukit Barisan, memberikan rasa spesial kopi Bengkulu, rasa kopinya yang kuat dicampur dengan rasa cokelat, membuat beberapa daerah yang memiliki rasa kopi seperti kayu dan tanah, akhirnya mencampur kopi mereka dengan kopi Bengkulu untuk mengurangi kelemahan rasa kopi mereka.

B

Spesial… jelas kata ini patut disematkan kepada kopi Bengkulu, bukan hanya penikmat kopi atau pecinta kopi saja, para ahli kopi pun mengakui kualitas kopi Bengkulu, terutama pada kopi Arabikanya, rasa asam yang ringan malah membuat rasa cokelat semakin kuat keluar dari secangkir kopi tester kala itu. Kopi semakin meluncur kedalam lidah dengan mudah, karena rasanya yang straight memberikan sensasi tersendiri dalam setiap tegukannya.

Inilah kopi Bengkulu, tetapi kopi yang saya maksud bukan dengan cara perlakuan sembarangan dalam pengolahannya, hal ini nanti selanjutnya akan saya sampaikan di kisah kopi Bengkulu selanjutnya.

TMMD

 

Related News