MSI Karanganyar menyalurkan bantuan logistik sekaligus penguatan edukasi penanggulangan TBC dalam rangka memperingati HTBS 2026 dan mengisi bulan suci Ramadan, Minggu (15/3/2026).
Klikwarta.com, Karanganyar – Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2026 sekaligus mengisi bulan suci Ramadan, Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar melakukan aksi nyata dengan menyambangi langsung para pasien TBC, Minggu (15/3/2026).
Dalam aksi yang mengusung semangat "Ya! Kita Bisa Mengakhiri TB!" ini, MSI menyalurkan bantuan logistik sekaligus penguatan edukasi di lapangan.
Sebagai mitra strategis Dinas Kesehatan dalam percepatan eliminasi TBC, MSI Karanganyar tidak sekadar memperingati seremoni, namun bergerak secara gerilya. Sebanyak 50 paket sembako disalurkan khusus bagi pasien TBC dari keluarga kurang mampu di 17 kecamatan.
Ketua Yayasan MSI Karanganyar, Shubuha Pilar Naredia, menegaskan bahwa aksi ini merupakan upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyintas TBC.
"Kami ingin para pasien merasakan kehangatan dan dukungan nyata. Ini bentuk kepedulian agar mereka tetap semangat menjalani pengobatan hingga sembuh total," ujar Shubuha.
Di sisi teknis, Koordinator Kader MSI Karanganyar, Efitya Fitria Istifarin, menjelaskan bahwa pergerakan kader di lapangan mencakup empat poin krusial.
Empat poin krusial tersebut meliputi edukasi pengobatan yang menekankan pentingnya kepatuhan minum obat secara rutin, terapi pencegahan melaui sosialisasi pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah, dukungan psikososial dengan memberikan motivasi mental agar pasien tidak merasa sendirian, dan update kondisi dengan memantau perkembangan kesehatan pasien secara real-time selama masa pengobatan.
Selama ini, MSI Karanganyar aktif melakukan deteksi dini melalui investigasi kontak, spesialisasi keliling (Speling), hingga Active Case Finding (ACF) bersama Puskesmas setempat.
"Langkah kolaboratif ini sejalan dengan seruan global WHO yang menekankan pentingnya pendanaan berkelanjutan dan keterlibatan komunitas dalam memutus rantai penularan TBC," jelas Efitya.
Melalui pendampingan intensif ini, diharapkan angka keberhasilan pengobatan di Karanganyar terus meningkat, selaras dengan target eliminasi TBC nasional.
Pewarta : Kacuk Legowo








