Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Muhammad Hasbullah Rahmad, Kamis (6/3)
Klikwarta.com, Depok - Politikus dari Partai Amanat Nasional, H. Muhammad Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum., yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat Dapil VII Kota Depok dan Kota Bekasi periode 2024-2029 secara masif menyuarakan aspirasi untuk kesejahteraan masyarakat.
Legislator yang kerap disapa Bang Has menyoroti hasil pembangunan di wilayah Kota Depok, terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Saat awak media mewancarai bang Has dilokasi Reses II tahun sidang 2024-2025, Jalan Kemakmuran Raya, RT 001 RW 01 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Kamis (6/3/2025), menyampaikan hal penting untuk diketahui masyarakat.
Konsorsium jalan tol Antasari-Sawangan ke arah Citayam telah mengesampingkan kewajibannya dalam hal akses jalan keluar tol yang belum dilebarkan.
"Mereka wajib melebarkan jalan dari pintu tol Sawangan ke arah kanan sampai Parung bingung, dan ke kiri sampai ke Mampang, karena itu bottleneck menimbulkan kemacetan setiap harinya," ungkap bang Has.
"Masyarakat pengguna tol membayar mahal untuk kelancaran, kenyamanan dan waktu tempuh yang lebih cepat, namun yang dirasakan adalah kemacetan yang panjang setiap kali keluar tol, " lanjutnya.
Konsorsium harus melaksanakan kewajibannya sesuai dasar hukumnya Perda Tata Ruang Provinsi Jawa Barat.
"Jalan tol tersebut merupakan proyek strategis yang berada di wilayah Jawa Barat. Konsorsium dalam pelaksanaannya membelah suatu wilayah dalam hal ini kampung/desa maka wajib membuat jalan keluar masuk tolnya sekurangnya 2 Km untuk lebar dan panjangnya, " tegas Hasbullah yang merupakan Ketua Pansus Proyek Strategis.
Dapat dilihat setelah keluar tol ke arah Mampang, tepatnya depan Kelurahan jalannya langsung kecil tidak lebar, begitupula ke arah kanan juga begitu. Belum sampai ke perumahan Arco jalannya kecil, " lanjutnya..
"Proyek tersebut belum selesai sehingga harus dituntaskan sebelum pindah mengerjakan daerah lainnya untuk membuat tol baru," tegasnya.
Kewajiban mereka membantu pemerintah kota dalam kelancaran jalan alteri. Paling tidak ke arah kanan sampai Parung. Semoga masyarakat pengguna jalan tol dapat merasakan kenyamanan saat akses keluar masuknya lebar sebanding dengan biaya tolnya yang relatif mahal, harapannya.
"Jalan raya Cinere kewajiban Pemprov yang melebarkan nanti jalan ke kiri arah Mampang sampai Kodim juga lebar jalannya," tutup Hasbullah.
(Pewarta : Arif)








