Kemanunggalan Bangkitkan Abipraya Bandu Agung

Kamis, 05/06/2025 - 08:45
Aku saat meninjau proses pengerjaan sasaran fisik pengecoran plat duiker. Memastikan material cukup dan memberikan arahan satgas bersama masyarakat.

Aku saat meninjau proses pengerjaan sasaran fisik pengecoran plat duiker. Memastikan material cukup dan memberikan arahan satgas bersama masyarakat.

Oleh: Letnan Kolonel Czi Bambang Santoso, S.H., M.SDS. (Dansatgas TMMD ke-124, Kodim 0408/BS)

Membersihkan karat ketertinggalan, menembus keterisolasian desa, bak gelombang demi kebebasan. Asa masyarakat yang pernah luput dari perhatian, akhirnya meletup dalam program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Kodim 0408/Bengkulu Selatan.

Fajar menyingsing membawa perubahan, 6 Mei 2025, ratusan prajurit berdatangan di Desa Bandu Agung, Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur.  Berbaris rapi, tegab berwibawa, sorot mata tajam penuh semangat mendengarkan komando.

Mereka adalah satgas TMMD ke-124 yang aku komandoi untuk manunggal bersama masyarakat mengerjakan sasaran fisik dan non fisik kurun waktu 1 bulan.

Bersambut seruan kompak prajurit dan masyarakat, lantas kubagi tugas menjadi beberapa regu, untuk memaksimalkan pengerjaan titik-titik sasaran TMMD.

Sepagi itu, cuaca cerah mendukung proses pengerjaan, dimulai dari sasaran fisik pembukaan badan jalan sepanjang 1.400 meter dengan lebar 8 meter. Jalan ini menembus area perkebunan untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan.

Selain itu, juga mempermudah masyarakat dalam menjual hasil panen, sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Aku memberi arahan untuk memastikan hasil pembangunan sesuai perencanaan dan berkualitas.
(Aku memberi arahan untuk memastikan hasil pembangunan sesuai perencanaan dan berkualitas)

Menyatu dengan kompak, satgas dan masyarakat berjibaku memulai pekerjaannya, dibantu alat berat excavator dan bulldozer. Membelah bukit, menumbangkan pohon-pohon penghalang, kekompakkan itu terbungkus dalam nadi gotong royong kemanunggalan.

Beriring harapan masyarakat yang lama dinanti. Pembukaan jalan ini menjadi titik vital dalam membantu kesulitan masyarakat Desa Bandu Agung, sehingga mereka dapat merasakan adanya pemerataan pembangunan dari pemerintah daerah dan juga memahami akan pentingnya gotong royong.

Terik matahari mulai menyengat ubun-ubun, keringat bercucuran bersambut pedihnya goresan duri pelepah kelapa sawit, namun, tak menggoyahkan semangat satgas dan masyarakat untuk menembus bukit setinggi 5 meter.

Area ini, cukup terjal, escavator dan bulldozer aku kerahkan memapas lapisan demi lapisan bukit itu. Meski sulit, tanah keras bercampur batu serta akar pohon, namun bertahap akhirnya dapat dilakukan dengan baik.

 

Lereng yang penuh semak belukar juga kami bersihkan hingga pada titik sungai kecil, dibentuk untuk dibangun plat duiker.

‘Ayo semangat’ seruku, menderap semangat prajurit dalam proses tahapan pembentukan badan jalan itu.

Hati yang terhormat menantikan kabar baik dari perjuangan ini, keluhan masyarakat menjadi titik semangat dalam lubuk hati kami. Menanggalkan kesulitan yang dialaminya selama ini dalam mengangkut hasil panen.

Matahari yang lelah, mulai terbenam di cakrawala sebelah barat. Pemerataan pembangunan dalam bayangan, kini bertahap terwujud dalam program TMMD.

  • Mahakarya Kemanunggalan

Bukit dan bebatuan, pecah mengudara memanggil kemudahan. Pohon nyiur bergoyang pelan, berakar dibawah mahakarya kemanunggalan. Kemandirian dan ketahanan masyarakat Desa Bandu Agung memikul sejarah peradaban.

Merubah keadaan, mengatasi kesulitan sesuai aspirasi masyarakat Desa Bandu Agung menyelimuti sanubari Satgas TMMD. Melalui sasaran fisik tambahan unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., satgas bersama masyarakat merehab rumah tidak layak huni milik pasangan suami istri (pasutri), Tasuri (59) dan Almini (47), menjadi rumah permanen. Rumah papan dan bercampur tembok bata  rapuh itu disulap satgas menjadi layak huni dan dicat khas hijau TNI.

Satgas TMMD saat melakukan pembongkaran RTLH, untuk direhap menjadi kediaman laik.
(Satgas TMMD saat melakukan pembongkaran RTLH, untuk direhap menjadi kediaman laik)

Mulai dari kenyaman kamar, MCK (Mandi Cuci Kakus) dan teras rumah diperhatikan satgas dibantu tukang dalam proses pembangunannya. Mereka bergotong-royong memaksimalkan kenyamanan penerima rehab RTLH.

Memastikan prosesnya lancar, aku mendampingi Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, M.AP., Kasiter Korem 041/Gamas, Kolonel Inf Mustofa Akbar M.,S.E.,M.I.Pol., serta unsur Forkopimda Kabupaten Kaur mengecek proses pembangunan itu. Memastikan material cukup dan desainnya sesuai perencanaan.

Berjumpa dengan Tasuri dan Almini, kami memberikan support.

Beranjak dari situ, kami berpindah meninjau pembuatan sumur bor. Pembuatan sumur bor ini sebagai langkah mewujudkan manunggal air bersih di Desa Bandu Agung. Memastikan ketahanan desa, lima titik sumur bor dibangun dibeberapa desa, yakni di Desa Bandu Agung 2 titik, Desa Cuko Enau 1 titik, Desa Tanjung Betung 1 titik, Kelurahan Simpang Tiga 1 titik. Sehingga meski datang musim kemarau tidak akan kekurangan air bersih, baik itu masyarakat Desa Bandu Agung maupun desa sekitarnya.

Disamping itu, juga dibangun Pos Kamling, untuk menciptakan desa lebih aman dari tindak kriminal atau lainnya serta sebagai tempat utama dalam menjaga keamanan desa.

Tak hanya itu, sebagai upaya memberikan kenyaman beribadah, satgas dan masyarakat juga merehab Masjid Nurul Hidayah dengan membuat tempat wudhu yang lebih layak, 2 WC dan 2 unit septic tank serta merehab berbagai area bangunan yang sudah lapuk dan usang.

Untuk penghijauan juga dilakukan tanam pohon di beberapa titik lokasi yang gersang, khususnya pinggir jalan dan lokasi lainnya sesuai aspirasi masyarakat.

Kemudian langkah mendukung citra postif desa disektor olahraga, satgas juga melakukan pembersihan fasilitas umum sarana olahraga, seperti lapangan sepak bola, lapangan voli dan lainnya.

Ke depan, ketahanan desa semakin kuat. Hal ini juga kami dukung dengan pengelolaan hanpangan seluas 1,5 hektare dengan ditanami jagung.

Aku bersama Kades Bandu Agung serta satgas dan masyarakat melakukan penanaman jagung.
(Aku bersama Kades Bandu Agung serta satgas dan masyarakat melakukan penanaman jagung)

Hanpangan itu, merupakan implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Desa Bandu Agung. Sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melakukan pengembangan ke depannya. Diharapkan juga memotivasi masyarakat untuk menjaga daya tahan sektor pangan, sehingga kemandirian desa dapat terwujud.

Kemudian, untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lima desa lainnya, yakni Desa Siring Agung, Desa Penantian, Desa Talang Tais, Desa Talang Marap dan Desa Pagar Dewa. Satgas dan masyarakat bergotong-royong membersihkan saluran irigasi yang tertimbun gulma bercampur bebatuan dan tanah.

Dibantu alat berat excavator, pengerukan dan pembersihan dilakukan secara menyeluruh. Mengingat, irigasi ini menjadi jantung pertanian untuk mengairi lahan pertanian seluas 240 hektare.

Dengan perbaikan saluran irigasi itu, maka prospek ke depan, para petani padi bisa panen tiga kali dalam setahun.

  • Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Memaksimalkan semua sasaran fisik tambahan itu, masyarakat juga dibekali pengetahuan yang cukup, melalui sasaran non fisik yang terbagi dalam berbagai penyuluhan dan layanan kesehatan gratis untuk memastikan daya tahan secara menyeluruh.

Jadi tidak hanya soal infrastruktur fisik yang dibangun dalam program TMMD ini. Namun, juga terintegrasi dengan pengetahuan masyarakat. Sehingga, dapat lebih handal dalam menjaga dan mengelola berbagai sektor manfaat program TMMD yang telah direalisasikan.

Pertama, Penyuluhan Bela Negara, hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran, pemahaman dan partisipasi warga masyarakat sebagai warga negara untuk selalu cinta tanah air dalam berbangsa dan bernegara. Masyarakat harus siap membela negara, kesiapan membela kedaulatan NKRI.

Sejalan dengan itu, juga dilakukan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, untuk menanamkan kesadaran pentingnya memupuk semangat kebangsaan dan persatuan lewat kerukunan antar warga, serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Disamping itu, sebagai langkah edukatif di sektor pertanian, satgas TMMD juga menggelar Penyuluhan Pertanian. Masyarakat dibekali berbagai cara metode pertanian yang lebih inovatif. Dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, masyarakat diajarkan cara-cara meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui inovasi pertanian.

Dimaksudkan agar petani dapat mengetahui tentang teknik budidaya yang baik dan benar (Good Agricultural Practices) serta mendorong penggunaan teknologi pertanian, seperti pupuk organik, irigasi tetes, dan alat pertanian modern.

Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan-penyuluhan dalam program non fisik TMMD.
(Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan-penyuluhan dalam program non fisik TMMD)

Kemudian untuk menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat. Satgas menggandeng Polres Kaur melakukan Penyuluhan Hukum, guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban sebagai warga, mencegah tindakan kriminal, pelanggaran atau penyimpangan hukum, serta mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam penegakan hukum.

Penyuluhan itu juga dibarengi dengan Penyuluhan Bahaya Narkoba, guna mencegah narkoba beredar di kalangan masyarakat, khususnya pada generasi muda desa.

Maka, dalam penyuluhan disosialisasikan jenis-jenis narkoba dan efeknya terhadap tubuh dan kehidupan sosial. Kemudian tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat menguatkan peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pencegahan narkoba.

Sementara untuk kesehatan masyarakat, bersama Puskesmas dilaksanakan Penyuluhan KB Kesehatan, guna mewujudkan keluarga sehat, bahagia dan sejahtera.

Ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, memberikan pemahaman tentang alat kontrasepsi yang aman dan sesuai kebutuhan serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Juga diberikan pengetahuan tentang gizi seimbang, imunisasi dan perawatan kesehatan dasar.

Sehubungan dengan itu, untuk medorong generasi sehat dan cerdas sejak dini, dilakukan Penyuluhan Stunting. Dilakukan, peningkatan pengetahuan orang tua dan masyarakat tentang bahaya stunting, melalui pemahaman pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat, serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan seperti posyandu, imunisasi dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan).

Di samping itu juga dilakukan Pelayanan Posyandu, untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dasar di masyarakat, agar mencegah dan menurunkan angka stunting, kematian ibu dan anak. Memantau pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak-anak diperhatikan, sekaligus memberikan penyuluhan gizi, sanitasi, dan kesehatan reproduksi.

Selain itu, juga dilakukan Penyuluhan Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular), guna memastikan deteksi dini faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas dan kebiasaan merokok. Maka, masyarakat diberikan penyuluhan hidup sehat, seperti diet seimbang, olahraga dan manajemen stres.

Kemandirian dan kesejahteraan masyarakat telah terprogram dalam TMMD. Selain menggeliatkan perekonomian, infrastruktur memadai, membangun ketahanan, juga memperkuat keyakinan masyarakat hidup layak ke depan.

Penantian masyarakat dalam kesetaraan pembangunan terwujud dari sasaran program TMMD. Kemandirian dan ketahanan masyarakat menjadi titik fokus pembangunan itu.

Hal ini juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, seperti dikatakan Bupati Kaur Gusril Pausi, bahwa pemerataan pembangunan harus dirasakan masyarakat langsung. Maka, dengan kolaborasi bersama Kodim 0408/Bengkulu Selatan, diharapkan pemerataan pembangunan itu dapat mensejahterakan masyarakat Desa Bandu Agung.

Ia sangat berterimakasih atas sinergi TNI, khususnya, Kodim 0408/Bengkulu Selatan dalam membantu pemerintah daerah mewujudkan pemerataan pembangunan dan mewujudkan mimpi masyarakat Desa Bandu Agung.

Aku dan Kades Bandu Agung turut membantu satgas dan masyarakat mengangkat semen untuk pengecoran plat duiker.
(Aku dan Kades Bandu Agung turut membantu satgas dan masyarakat mengangkat semen untuk pengecoran plat duiker)

Sementara itu, Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen mengungkapkan Program TMMD ke-124 ini memperkokoh kemanunggalan TNI dan Rakyat, dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional.

Melalui berbagai sasaran pembangunan, diharapkan memperkuat semangat gotong royong, manunggal mewujudkan harapan masyarakat Desa Bandu Agung. Ini menjadi langkah besar menuju kemajuan, pembangunan dari desa mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Senada dikatakan, Katim Wasev Kolonel Inf R.Suranto,S.ip., bahwa pembangunan sasaran fisik TMMD dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masayrakat. Sehingga, membangkitkan perekonomian di desa.

“Infrastruktur jalan yang dibangun sangat luas, memudahkan masyarakat mengangkut hasil pertanian maupun perkembunan. Tentu ini akan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bandu Agung”, terangnya sembari mengapresiasi satgas dan masyarakat dalam memperkokoh kemanunggalan di lokasi TMMD.

Terpisah, Kades Bandu Agung, Bambang Harianto (47) mengungkapkan rasa syukurnya atas program TMMD di desanya, karena sangat membantu masayarakat desa kami. Ini membangkitkan perekonomian masyarakat berkali-kali lipat dari biasanya.

“TMMD ini sesuai dengan aspirasi masyarakat. Akses jalan baru, kebutuhan air bersih dan peningkatan fasilitas umum telah diterapkan dalam program TMMD ini. Kami atas nama masyarakat Desa Bandu Agung sangat berterimakasih. TNI mengatasi kesulitan rakyat. Jalan dibuat sangat lebar, bahkan diperkeras langsung. Ini sangat memudahkan petani mengangkut hasil pertanian, masyarakat disini sangat bersyukur”, ungkapnya didampingi seluruh perangkat desa.

Sambungnya, “Kedepan, ekonomi masyarakat prospek bangkit. Ini menjadi sejarah baru didesa kami, karena selain peningkatan ekonomi, juga terkait penambahan jumlah permukiman. Nah, dengan adanya jalan baru ini, tentu, kami selaku aparat desa tidak kesulitan lagi mengatasinya, karena, bila jumlah permukiman bertambah, bisa dijalur jalan baru ini. Jalannya luas, kualitasnya bagus sekali. Terimakasih TNI atas sinerginya turut membangun desa kami”.

Aku meninjau pengecoran plat duiker, memastikan pengerjaan sesuai spek.
(Aku meninjau pengecoran plat duiker, memastikan pengerjaan sesuai spek)

Sementara itu, salah seorang petani sawit, Suryanto (45) mengapresiasi seluruh prajurit TNI yang terlibat membangun desanya.

Ia terbantu dalam mengangkut hasil panen, akses jalannya lebar, dan melebihi harapannya.

“awalnya jalan menuju kebun lincin dan berlumpur diwaktu musim penghujan. Kami para petani sawit sangat kesulitan untuk mengeluarkan hasil panen, sehingga banyak biaya yang harus kami keluarkan. Bahkan terkadang tandan buah sawit yang sudah dipanen kami biarkan membusuk karena tidak bias diangkut keluar, di tempat penimbangan buah sawit”

“kini kami bersyukur, berkat TNI, jalan dibuat luas, bahkan bisa dilewati truk pengangkut buah sawit. Sebelumnya kami mengangkut buah sawit dengan cara dilansir memakai motor pletuk (motor yang kami modifikasi dengan keranjang, sehingga bolak balik melansir buah sawit keluar”

“Alhamdulillah, saat ini, lebih mudah. Pengangkutan hasil panen buah sawit maupun akses menuju kebun tidak sulit lagi, terimakasih TNI, Terimakasih Kodim 0408/BS yang telah mengatasi kesulitan petani di Desa Bandu Agung

Senada dikatakan Miharti (45), petani jagung, bahwa dirinya sangat bersyukur sekali atas program TMMD, berkat bantuan para prajurit TNI, akses jalan menuju kebun sudah lebar. Mudah dilewati, jika musim panen tiba, mudah mengangkut hasil pertanian.

“Tentu akan membantu membangkitkan sektor perekonomian kami. Hasil panen mudah diangkut, otomatis menghemat biaya transportasi. Manfaat lainnya, kami tentu lebih bersemangat mengembangkan pertanian di desa ini, dengan berbagai tanaman baru yang mendukung perekonomian kami”, ungkapnya, sembari mengucapkan terimakasih kepada bapak babinsa, yang terus mendampingi para petani didesa.

Terimakasih pula kepada jajaran TNI Kodim 0408/BS yang telah menjawab kebutuhan masyarakat desa kami melalui program TMMD”, sambungnya.

Seorang ibu rumah tangga, Sugisti (35) mengatakan masyarakat Desa Bandu Agung merasa terbantu dengan kehadiran TNI dalam program TMMD ini. Kami sangat senang, berbagai kesulitan masyarakat diatasi oleh prajurit TNI”.

TMMD ini memajukan sektor pertanian dan fasilitas pendukung, kami jadi punya jalan baru yang luas menuju kebun maupun untuk aktivitas sehari-hari. Jalannya tidak licin lagi, karena langsung diperkeras.  Bravo TNI, selalu dihati kami”, ujarnya penuh apresiasi.

Letihnya perjuangan seolah terbayarkan. ‘Angin sederhana’ kemanunggalan itu membukukan kepercayaan masyarakat pada TNI : mengatasi kesulitan rakyat, menanggalkan keterisolasian dan mendorong perwujudan sumber daya manusia (SDM) unggul berkelanjutan.

Dalam hidup, mustahil mengejar matahari, namun, binar cahayanya terus dirindukan. Sinarnya yang melimpah menjadi sumber energi kehidupan. Merefleksikan kehangatan dan keceriaan musim panas, Perekonomian masyarakat Desa Bandu Agung pun kian bangkit.

Nuansa itu, seperti mimpi nyata dalam jejak-jejak memori warga Desa Bandu Agung, setelah tersentuh pemerataan pembangunan melalui perjuangan Satgas TMMD. Cahaya itu, tak terhenti tersapu masa, bahkan terus dirindukan. (*)

Berita Terkait