Foto: PS Bengkulu saat menjamu Persika Karawang di Stadion Semarak, Sawah Lebar Bengkulu, Jumat (05/05) petang.
Klikwarta.com - Kemenangan PS Bengkulu atas Persika Karawang dengan skor 2-0 pada laga pekan ke 10 Liga 2 Indonesia Grup 2 di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (06/08/2017) diwarnai kerusuhan.
Dikutip dari Antaranews.com, kerusuhan terjadi saat pertandingan memasuki menit ke-75, setelah gol kedua disarangkan PS Bengkulu ke gawang Persika Karawang. Saat itu antar pemain terjadi keributan hingga saling pukul dan tendang di lapangan. Keributan dipicu ketika salah seorang pemain Persika Karawang melanggar pemain PS Bengkulu. Kemudian terjadi perebutan bola mati antar pemain yang mengakibatkan baku hantam.
Baku hantam terjadi setelah pemain PS Bengkulu Johan Juansyah memukul salah satu pemain Persika Karawang, Samsudin.
Keributan tersebut juga memicu suporter Persika Karawang turun kelapangan dan langsung ikut-ikutan menyerang para pemain PS Bengkulu. Aparat keamanan dan panitia pelaksan pertandingan pung langsung berusaha menghadang suporter. Namun, upaya aparat tak membuahkan hasil, karena banyaknya suporter yang turun kelapangan.
Parahnya, selama keributan terjadi, para suporter melempar botol bekas air meneral, kayu dan lain-lain ke arah lapangan. Bahkan suporter yang turun kelapangan berusahan mengejar para pemain PS Bengkulu.
Guna menetralisir keadaan, aparat kepolisian setempat menembakkan gas air mata beberapa kali untuk membubarkan suporter yang anarkis. Bahkan mengamankan beberapa orang yang diduga provokator. Meski begitu, tidak ada provokator yang ditangkap petugas keamanan.
"Kita serahkan peristiwa kerusuhan ini ke Badan Liga. Kronologis kejadian sudah ada dan disampaikan ke Badan Liga. Apakah pertandingannya diulang atau bagaimana, itu keputusan Badan Liga," ungkap Pengawas Pertandingan Nasrudin. (*)








