Kekayaan Alam, Keindahan Geopark Merangin Jambi Warisan Leluhur

Rabu, 11/12/2024 - 20:01
Keindahan Geopark Merangin Jambi Warisan Leluhur

Keindahan Geopark Merangin Jambi Warisan Leluhur

Klikwarta.com - Wisata alam Geopark Merangin ini telah di akui oleh UNESCO Global Geopark, Kekayaan alam dan warisan budaya yang terdapat disana tidak hanya sebagai tempat wisata  tetapi juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Keunikan alam, keanekaragaman hayati serta warisan budaya yang diwariskan oleh orang terdahulu memiliki kesan keunikan geologi yang terdapat di geopark merangin. Geopark merangin terletak di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Indonesia.

Ada banyak sekali daya tarik dari Geopark Merangin seperti Fosil kayu, Fosil pandan dan pakis yang telah berusia lebih daru 300 juta tahun, yang ditemukan di formasi geologi batuan Karbonpermian dan juga terdapat fosil hewan purba yang ditemukan dan diawetkan di museum Geopark Merangin.

Fosil hewan purba yang telah di awetkan yang terdapat di museum Geopark Merangin.Fosil ini yang membuat keunikan dan nilai ilmiah Geopark Merangin menjadi salah satu situs geologi penting di dunia. Fosil tumbuhan purba yang ditemukan pada lapisan batu sedimen yang tersingkap di sepanjang sungai, memberikan gambaran tentang ekosistem purba yang pernah ada di wilayah tersebut, Fosil fosil ini berasal dari tumbuhan purba maupun hewan purba yang hidup pada zaman karbon (Carboniferous Period), yang ada sekitar 300 hingga 350 juta tahun yang lalu.

Fosil di Geopark Merangin inin ditemukan dalam bentuk yang telah terawetkan di dalam batuan sedimen, terutam di sepanjang Sungai Batang Merangin. Fosil tumbuhan yang terdapat disekitar sungai yaitu fosil tumbuhan paku, pakis dan daun pandan purba.

Fosil ini merupakan tumbuhan primitif yang dominan pada masa karbon. Fosil Tumbuhan ini banyak ditemukan di kawasamn sekitar sungai. Terdapat juga fosil pohon purba dengan struktur kayu sederhana, mereka adalah nenek  moyang dari tumbuhan modern. Berikut adalah gambar fosil pohon purba yang terletak di sekitar aliran sungai kecil. Fosil pohon purba ini berusia sekitar 298 hingga 300 juta tahun.

Fosilisasi di Merangin terjadi melalui proses pengawetan tumbuhan yang terkubur dalam sedimen kaya mineral. Tumbuhan ini kemudian mengalami permineralisasi, di mana jaringan organiknya digantikan oleh mineral seperti silika, sehingga menghasilkan replika fosil yang keras. Fosil-fosil ini banyak ditemukan di dinding batuan sepanjang Sungai Batang Merangin, khususnya di daerah Desa Air Batu dan sekitarnya.

Untuk melihat fosil secara langsung, pengunjung dapat menyusuri sungai ini dengan menggunakan perahu atau mengikuti jalur trekking yang tersedia. Fosil Merangin tidak hanya menjadi kekayaan lokal tetapi juga aset dunia yang memberikan gambaran tentang kehidupan purba dan perubahan ekosistem bumi selama ratusan juta tahun.

Dikawasan sekitar Air terjun di pusat wisata Geopark Merangin, terdapat fosil kerang yang sudah terendapkan pada batuan sedimen. Fosil kerang di kawasan ini memberikan bukti bahwa wilayah yang kini berupa daratan dulunya adalah bagian dari lingkungan perairan yang dangkal, seperti laut atau delta purba. Hal ini terjadi pada era geologi tertentu, jauh sebelum tumbuhan purba yang dominan pada periode karbon. Kerang-kerang ini hidup di perairan dangkal dengan sedimen kaya mineral, yang memungkinkan tubuh mereka terkubur cepat dan terawetkan sebagai fosil. Fosilisasi terjadi ketika cangkang atau jejak kerang tertutupi lapisan sedimen dan mengalami proses permineralisasi. Fosil kerang menjadi petunjuk penting bahwa wilayah Merangin pernah berada di bawah permukaan laut pada zaman tertentu, sebelum menjadi daratan seperti sekarang.

Tidak hanya kaya akan warisan geologi seperti yang ditemukan di Geopark Merangin, tetapi juga memiliki warisan budaya yang beragam dan khas. Warisan budaya ini mencakup tradisi, seni, adat istiadat, dan kearifan lokal yang mencerminkan identitas masyarakatnya. Warisan budaya Merangin merupakan kombinasi dari tradisi adat, kesenian, kepercayaan, dan hubungan erat masyarakat dengan alam. Keanekaragaman budaya ini tidak hanya menjadi identitas masyarakat Merangin tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan dan tradisi lokal.

Suku Bathin  merupakan kelompok adat yang masih mempertahankan tradisi lama mereka, seperti ritual adat, sistem kepercayaan, dan hukum adat. Tari Sekapur Sirih sering dipertunjukkan dalam acara adat atau penyambutan tamu. Gendang Sembilan adalah  Alat musik tradisional khas Jambi yang digunakan dalam upacara adat, seperti pernikahan dan pengukuhan pemimpin adat. Syair dan Pantun, Masyarakat Merangin terkenal dengan tradisi syair dan pantun, yang digunakan untuk menyampaikan nasihat, hiburan, atau cerita rakyat.

Upacara adat besar yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati leluhur, menjaga hubungan sosial, dan memperkuat identitas budaya. Upacara adat ini dinamakan Kenduri Sko sama halnya dengan Kenduri Rayo, yang dilakukan untuk bersyukur atas hasil panen atau memohon keberkahan.

Masyarakat Merangin masih memegang teguh sistem kekerabatan tradisional, seperti Hukum Adat Bathin,sistem hukum tradisional yang mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pembagian tanah, penyelesaian konflik, dan pelaksanaan upacara adat.

Geopark Merangin di Jambi merupakan destinasi wisata alam yang unik dan berharga, baik dari segi keindahan alam maupun nilai ilmiahnya. Kawasan ini menawarkan kekayaan geologi berupa fosil tumbuhan purba berusia hingga 350 juta tahun yang menjadi bukti penting evolusi bumi. Selain itu, keindahan alam seperti Sungai Batang Merangin, hutan tropis, air terjun, dan keragaman ekosistem menjadikan geopark ini ideal untuk wisata edukasi, penelitian, dan petualangan.

Sebagai salah satu Geopark Nasional Indonesia, Merangin juga menyimpan nilai budaya dan tradisi lokal yang memperkaya pengalaman wisata. Meski memiliki potensi besar, kawasan ini menghadapi tantangan dalam hal konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan sangat penting untuk menjaga kelestarian warisan alam ini. Geopark Merangin bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol penting pelestarian lingkungan dan pendidikan tentang sejarah bumi.

Masyarakat Merangin masih memegang teguh sistem kekerabatan tradisional, warisan budaya di Merangin mencakup kekayaan geologi, tradisi adat, dan keunikan alam yang harus terus dilestarikan untuk generasi mendatang. Dukungan masyarakat lokal, pemerintah, dan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan potensi ini agar dapat dikenal secara luas.

Tags

Berita Terkait