4 Mayat Satu Keluarga Ditemukan Bersimbah Darah
Klikwarta.com, Sukoharjo - Penemuan empat sosok mayat yang masih satu keluarga membuat gempar warga di Dukuh Slembem RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (21/08/2020) malam.
Keempat mayat yang diketahui terdiri dari suami dan istri beserta dua anaknya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh penuh luka dan bersimbah darah di dalam rumah mereka.
Informasi yang didapat, empat korban tersebut berinisial, SR (suami), HN (Istri), Ra (anak usia SD) dan DI (anak usia TK).
Sejumlah anggota kepolisian dari Polres Sukoharjo dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas pun melakukan olah TKP, sekira pukul 21.00 WIB. Masih tampak ceceran darah yang hampir mengering di sekitar garasi rumah, disertai bau busuk yang keluar dari jasad para korban.
Dari keterangan salah satu warga desa setempat, Fajar Effrilyanto (38) kepada Klikwarta.com menyampaikan, para korban diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari lalu dan tidak seorang pun warga yang mengetahui. Rumah korban pun dalam kondisi tertutup. Sementara, keempat anggota keluarga tersebut diduga menjadi korban perampokan.
"Tahu-tahu sudah meninggal, perkiraan sudah tiga hari. Tidak ada yang tahu semua, baru diselidiki. Perkiraan (menjadi korban) perampokan atau balas dendam, mungkin," ungkap Fajar.
Korban SR dikenal para tetangga merupakan pengusaha rental mobil. Rumahnya hampir setiap hari banyak didatangi tamu. Namun, sejak beberapa hari lalu, rumah korban terlihat kosong dan tertutup. Warga sekitar akhirnya curiga setelah mencium bau yang tidak sedap dari dalam rumah tersebut.
Hal itu dibenarkan Kepala Desa Duwet, Suparno saat dikonfirmasi di sela olah TKP. Ia mendapat laporan ada empat orang warganya yang msih satu keluarga meninggal dunia.
"Tadi saya dilapori warga ada warga yang meninggal, Ayah ibu dan dua anaknya. Mereka ditemukan sudah membusuk mengeluarkan bau. Lalu saya lapor polisi," kata Suparno.
Namun begitu, ia belum mengetahui penyebab kematian warganya tersebut. Jika melihat ada bekas bercak darah di dekat korban, kuat dugaan merupakan kasus pembunuhan, atau bisa jadi perampokan.
"Empat korban lokasinya berpencar semua, saya lihat dua di pintu dan dekat tempat tidur. Yang dua tidak tahu saya tidak masuk kedalam lagi," ujarnya.
Oleh Polisi empat jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya. Sedangkan rumah korban langsung dipasang pita garis polisi.
Olah TKP selesai sekira pukul 00.00 WIB, Kapolres Sukoharjo, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, dengan alasan masih dalam penyidikan.
"Ya kita berdo'a bersama-sama semoga (pelaku) dapat segera ditemukan. Saat ini masih dilakukan identifikasi," pungkasnya sambil meninggalkan lokasi.
(Pewarta : Kacuk Legowo)








