Diduga Benda Purbakala, Batu Seukuran Meja Bakal Dipindahkan

Jumat, 10/06/2022 - 00:28
Diduga Benda Purbakala saat ditemukan
Diduga Benda Purbakala saat ditemukan

Klikwarta.com, Malang - Diduga, batu purbakala berukuran cukup besar, tergeletak diantara kebun jeruk milik warga. Kondisi batu itu cukup memprihatinkan, disekitarnya ditumbuhi tanaman liar dan lumut. Yang paling mengenaskan, genangan air berwarna hitam memenuhi bagian dalam batu. 

Batu tersebut berlokasi di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dan pihak Pemerintah Desa setempat berencana memindahkannya ke lokasi yang layak. Lokasi pemindahan tidak jauh dari tempat semula, yaitu di punden yang berjarak sekitar 50 meter.

Pranoto, (kamis,9/6/2022) perangkat desa setempat menuturkan, batu itu semula dianggap batu biasa, namun muncul dugaan batu itu berstatus purbakala. Dugaan muncul berawal dari informasi orang berlatarbelakang pelaku spiritual, yang kebetulan melakukan aktifitas di punden.

Pelaku spiritual tersebut mencurigai ada sesuatu di sekitar punden yang berasal dari peradaban masa lalu. Setelah ditelusuri, ternyata ada batu yang tergeletak diantara kebun jeruk milik warga. Namun, belum ada respon terkait kebenaran batu itu berstatus purbakala.

Lama kelamaan, beberapa orang pelaku spiritual mulai datang satu persatu, dan mereka tidak cuma beraktifitas di punden saja, tetapi juga mendatangi keberadaan batu itu. Akhirnya, warga sekitar mulai merespon kemungkinan dugaan batu itu adalah batu purbakala 

Ujungnya, respon warga setempat menarik perhatian pihak Pemerintah Desa untuk mencermati batu tersebut. Dugaan itu mulai menguat, lantaran bentuk persegi yang kemungkinan besar adalah hasil pahatan manusia.

Dijelaskan Pranoto, batu tersebut berukuran panjang 152 cm, lebar 54 cm, tinggi 46 cm, tebal 11 cm dan kedalaman 28 cm. Bagian tepian atas batu terdapat lobang-lobang dengan kedalam tidak lebih dari 1 cm. 

"Batu ini sudah lama ada sejak dulu, warga tahu kalau ada batu di kebun jeruk. Batu itu bentuknya persegi, ada lobang berbentuk mirip bak. Disekitarnya ditumbuhi tanaman liar, kalau dari jauh tidak terlihat jelas," jelasnya.

Batu ini diyakini berjenis batu andesit, dan kemungkinan terbentuk bukan oleh alam, dalam artian hasil karya manusia. Namun, belum dapat dipastikan, apakah benar tidaknya batu itu berasal dari perdaban masa lalu.

Beberapa pelaku spiritual pernah merasakan aura mistis di sekitar batu itu. Bahkan ada yang melihat penampakan makhluk tak kasat mata atau makhluk astral di sekitarnya.

Kepala Desa Selorejo, Bambang Soponyono membenarkan rencana pemindahan batu tersebut ke lokasi punden. Selain kondisi tempat semula yang dianggap tidak layak, pihak Pemerintah Desa berniat menjadikannya benda tak ternilai, dan warisan peradaban masa lalu.

Dijelaskannya, warga setempat menduga batu itu berasal dari peradaban masa lalu, walaupun belum ada pihak berwenang yang memastikan benar tidaknya batu itu adalah batu purbakala. Sambil menunggu kepastian tersebut, Pemerintah Desa bertindak menyelamatkan, sekaligus merawat batu itu dari resiko kerusakan akibat tidak adanya perhatian khusus.

"Punden sudah kita renovasi, ini upaya kita merawat jejak para pendahulu kita, mereka merintis tempat ini, karena merekalah yang membuka lahan pemukiman pertama kalinya, punden itu cikal bakal desa ini. Nantinya, batu itu kita pindahkan ke punden ini," jelasnya.

Pihak Pemerintah Desa membuka pintu bagi pecinta budaya yang berniat mendatangi punden. Apalagi, dalam waktu dekat, batu yang diduga batu purbakala akan diletakan di area punden.

"Intinya kita welcome kedatangan pecinta budaya disini, siapa saja boleh datang kesini, dengan catatan, jaga kebersihan di sekitar lokasi, jangan merubah atau memindahkan tatanan di tempat ini, bersikap tertib tidak mengganggu kenyamanan warga sini," kata Bambang Soponyono.

(Pewarta: Dodik)

Related News