Dituduh Rasis, Ini Penjelasan Ketua DPRD Raja Ampat

Selasa, 14/07/2020 - 18:49
Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey
Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey

Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Tuduhan rasis yang disampaikan oleh salah satu oknum lewat media online, Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey memberikan penjelasan bahwa tidak ada yang namanya rasis, yang ada adalah bicara soal Otsus dalam ruang yang besar.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Raja Ampat saat ditemui sejumlah awak media diruang kerjanya, Senin (13/07/2020).

Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey mengatakan, seharusnya media itu memintai klarifikasi atau konfirmasi pihak terkait baru dinaikkan beritanya, supaya bisa berimbang dan terkesan tidak sepihak.

“Saya kira tujuannya tidak kesitu, sebenarnya tidak ada rasis, tapi karena dalam demo kemarin membicarakan Otsus telah mati di tanah Raja Ampat, maka saya sebagai Ketua DPRD dan anak Papua yang punya tanggung jawab moral terhadap Otsus itu sendiri, berharap agar kita tidak mesti hanya membicarakan Otsus pada ruang kecil saja, tapi kita juga harus membicarakan Otsus pada ruang yang besar”, Jelasnya.

"Sayang sekali kalau kita bicara Otsus hanya tentang mama-mama Papua, tapi pada posisi jabatan politik yang strategis seperti pimpinan DPRD justru hak-hak Otsus itulah yang kita lepaskan kepada orang lain, dan itu yang saya rasa tidak sehat”, tegas Politisi Demokrat ini.

Dia juga menyampaikan, "sebagai anak Papua juga,  janganlah kita menjual hal-hal yang menjadi kepentingan dasar orang Papua yang menyangkut dengan Otsus itu sendiri".

“Raja Ampat ini daerah yang sangat heterogen sekali, kami membuka diri bahwa Raja Ampat ini milik kita semua dan siapapun punya hak untuk berkarya di negeri ini, tapi minimal menyangkut Otsus ini harus benar- benar diletakkan pada porsinya”, ungkap Warwey.

Lanjutnya, Toh, semua anggota DPRD Raja Ampat yang ada ini juga sangat nusantara sekali, sehingga hampir semua suku ada di lembaga ini , tapi menyangkut urusan sampai ke pimpinan, marilah beri kesempatan kepada Orang Papua itu sendiri.

“Saya pikir hal ini tidak perlu dibicarakan, tapi minimal pihak- pihak terkait dapat memahami dan lebih sadar, dan itu jauh lebih elegan”, pugkas Ketua DPRD.

(Pewarta : Mustajib)

Related News

Loading...

pers

loading...