Sebut Utang Indonesia 'Lampu Kuning', Rizal Ramli: Pemerintah Harus Hati-Hati

Senin, 30/04/2018 - 02:07
Rizal Ramli saat ngopi bareng didampingi didampingi Dr. Rahimandani ketua SMSI Provinsi Bengkulu dan Teguh Santosa mantan ketua SMSI pusat.
Rizal Ramli saat ngopi bareng didampingi didampingi Dr. Rahimandani ketua SMSI Provinsi Bengkulu dan Teguh Santosa mantan ketua SMSI pusat.

Klikwarta.com - Sebagai seorang mantan pakar ekonomi yang juga pernah menjabat sebagai menteri negara koordinator bidang perekonomian, Rizal Ramli menyampaikan utang negara Indonesia saat ini sudah menggunung. Menurutnya, utang pemerintah sudah dalam tahap 'lampu kuning'.

"Hutang pemerintah sudah 'lampu kuning'," kata Rizal, saat menanggagapi pertanyaan salah satu pimpinan media online Evan Terijasa soal utang Indonesia pada acara ngopi sore di Angkanan Pantai Berkas Kota Bengkulu, Minggu (29/04/2018).

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) berdarah minang ini menjelaskan, soal utang itu sederhana. "Kalau mau maju harus utang, karena jika tidak, perkembangan lambat. Namun, kalau kebanyakan meminjam bahaya," katanya dengan santai. 

"Kondisi utang di Indonesia sudah menggunung. Jumlah utang itu lebih tinggi dari semua biaya pendidikan di Indonesia dan satu setengah kali biaya infrastruktur. Makannya ada potongan anggaran, kenapa demikian ? supaya ada uang untuk nyicil utang. Kondisi saat ini kita harus membayar utang pokok dan bunga. Untuk membayar bunga saja masih minjam," kata Rizal. 

Sambungnya, pemerintah saat ini harus hati-hati, utang sudah lampu kuning. "Ada banyak cara menangani utang yang kreatif dan inovatif," tagasnya. 

Sementara menggapi pertanyaan H. Sasriponi Bahrin Ranggolawe yang aktif di Organisasi Kepemudaan, apakah Rizal Ramli berminat mencalonkan diri sebagai Presiden di tahun 2019 ? Ia pun (Rizal) menanggapi hal itu. Menurutnya, keterpurukan bangsa ini berawal dari pemimpin kita yang hanya modal pencitraan bukan gagasan. 

Seperti diketahui di era Gusdur, saat Rizal Ramli menjabat menteri perekonomian, ditangannya perekonomian bangsa meningkat. Siasatnya dalam mengatasi hutang luar negeri patut diacungi jempol. Perekonomian tumbuh, hutangpun diperkecil. Wajar saja ia (Rizal) dijuluki tokoh ekonom nasional. Untuk menjawab persoalan bangsa, Rizal Ramli berniat mencalonkan dirinya sebagai presiden Indonesia ditahun 2019 mendatang. Upaya loby-loby partai pun sudah dilakukan. Diusianya yang ke-62 tahun ini, ia akan mewakafkan sisa umurnya untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia. (Ferdi)

Related News

loading...